Eunsoo adalah gadis yang paling berharga dalam hidupku
setelah ibu. Kesempurnaan memang hanya milik Tuhan tapi Eunsoo nyaris
sempurna untuk ukuran seorang manusia yang dikirimkan Tuhan untukku. - Eunhyuk-
Kenapa
aku mencintainya? Mungkin karna dia bernama LEE HYUKJAE !! Dia adalah
laki-laki sempurna yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersamaku. -Eunsoo-
~~~
“Kau tahu jika aku menyukai senyummu? Itu membuatku.. err.. sedikit merasa..”
“CUT
!!” Teriak seorang gadis yang baru saja beranjak dari tempat duduknya.
Semua awak kamera mematikan jalur rekam yang sedang mereka gunakan dan
memandang ke arah gadis yang menjadi sutradara itu.
Namanya
Lee Eunsoo. Ia adalah gadis yang menghentikan aktifikas syuting tadi.
Menjadi seorang sutradara memang impiannya sejak kecil. Berkat
kegigihannya dalam mewujudkan impiannya akhirnya ia diangkat oleh
stasiun televisi korea untuk menjadi sutradara. Gadis itu dipercayakan
untuk memimpin syuting acara reality show ‘We Got Married’ yang sering
diikuti oleh kalangan artis papan atas. Dan sekarang ia sedang memimpin
syuting WGM untuk pasangan Super Junior Lee Hyukjae dengan seorang gadis
bernama Lee Sena.
Eunsoo meraih botol air mineral yang
ada di dekatnya. Gadis itu meneguk cepat minumannya hingga tak bersisa
lagi. Sudah hampir empat botol air yang ia habiskan selama syuting
berlangsung. Selanjutnya ia mendengus kesal dan menghempaskan tubuhnya
ke kursi yang dari tadi menampung badannya.
“Buruk !!” Desisnya pelan sambil menahan amarah yang membuncah saat ini. Gadis itu mendongak dan menatap kesal ke arah Eunhyuk.
“Harus
berapa kali lagi aku mengajarimu cara mengungkapkan perasaan Lee
Hyukjae” Ucapnya geram dengan tatapan garang yang tiba-tiba tercipta di
sepasang matanya.
“Kau tahu sudah 23 kali aku memotong alur scene
ini hanya untuk mengajarimu. Tapi kenapa kau masih saja kelihatan
seperti orang gagu hah?!” Eunsoo menutup wajahnya dengan kedua telapak
tangan putihnya. Kepalanya terasa pusing saat ini. Ia benar-benar sudah
naik darah menangani laki-laki yang sekarang menjadi aktor di acara
WGMnya. Lelah,pusing,kecewa menyapa fikiran kalutnya sekarang.
“Syuting
dilanjutkan besok. Sekarang semuanya bubar” Hardiknya nyaring kemudian
meraih tas selempangnya dan beranjak pergi dari sana.
Semua
kru merapikan peralatan yang digunakan untuk syuting tadi. Sebagian
dari mereka bahkan ada yang menggerutu kesal. Syuting yang dijalankan
sejak pagi hari hingga hampir tengah malam seperti ini sama sekali tak
membuahkan hasil yang baik. Semua scene divonis gagal dan berantakan.
Eunhyuk
mengeluarkan sebuah ponsel putih dari dalam tasnya. Laki-laki itu
nampak memencet beberapa nomor kemudian menempelkan benda putih itu ke
salah satu telinganya.
“Yeoboseyo” Sapa suara seorang laki-laki di ujung telpon
“Hyung bisakah kau menjemputku?” Tanya Eunhyuk pelan
“Kau dimana?”
“Di Seoul park. Cepatlah !! Aku sudah sangat mengantuk”
“Ne,,,Baiklah. Changkkaman”
Eunhyuk
mematikan sambungan telponnya dan memasukka ponsel itu lagi ke dalam
tasnya. Hari ini ia merasa sangat lelah. Menerima tawaran untuk syuting
WGM merupakan pilihan yang salah menurutnya. Syuting berjalan dengan
sangat membosankan dan melelahkan, ini sangat berlawanan dengan pendapat
beberapa teman aktornya yang mengatakan jika syuting itu sangat
menyenangkan.
“Oppa~ Kau belum pulang?” Tanya Sena
yang menjadi pasangan WGM Euhyuk sambil berjalan mendekatinya dan
membuat laki-laki itu menoleh.
“Aku sudah menelpon Teukie hyung untuk menjemputku” Jawab Eunhyuk sekenanya lalu mengalihkan pandangannya.
“Benarkah? Ehm,, bagaimana perasaanmu saat syuting berlangsung?”
“Memangnya kenapa?”
“Aku
fikir kau merasakan suatu perasaan yang agak aneh. Menurut pengalaman
temanku yang pernah mengikuti WGM,perasaan itu muncul saat syuting. Apa
kau tak merasakannya,hm~?”
“Temanku juga mengatakan jika syuting
sangatlah menyenangkan padahal menurutku itu salah satu hal yang sangat
membosankan dalam hidupku”
“Bukankah ini pengalaman syuting pertamamu?”
“Dan aku takkan mencobanya lagi nanti”
Sena
tak lagi mengoceh dan bertanya-tanya pada Eunhyuk. Ia hanya diam
menunduk sampai tak berapa lama kemudian sebuah mobil tampak berhenti di
depan taman. Leeteuk keluar dari mobil dan melambai ke arah Eunhyuk.
Laki-laki yang dilambai hanya tersenyum pelan kemudian berdiri dan
melangkah meninggalkan Sena.
“Oppa~” Panggil Sena saat Eunhyuk meninggalkannya. Eunhyuk pun berbalik dan menatap tajam ke arah Sena.
“Gomawo
untuk hari ini” sambung Sena dan hanya dibalas senyuman oleh Eunhyuk.
Laki-laki itu melenggangkan kakinya lagi untuk menghampiri Leeteuk dan
pulang ke dorm.
v
v
“Huwaa.. Aku lelah
sekali” Eunhyuk menghempaskan tubuhnya ke sofa putih yang ada di dalam
kamarnya. Syuting hari ini benar-benar menguras tenaga dan fikirannya.
“Bagaimana
syutingmu hari ini hyung?” Tanya Ryeowook yang terlihat memasuki kamar
Eunhyuk dengan sebuah nampan berisi makanan yang dipegang oleh sepasang
tangannya.
“Jangan tanyakan soal itu. Aku tak ingin membahasnya” Jawab Eunhyuk kesal dengan keadaan antara sadar dan tidak.
“Baiklah..
Aku sudah mengantuk hyung. Tadi Leeteuk hyung membangunkanku secara
paksa hanya untu mengantar makanan ini. Padahal aku juga lelah sekali”
Gerutu Ryewook kesal. Laki-laki itu berbalik dan melangkah keluar.
Membiarkan Eunhyuk yang sebenarnya sudah terhanyut dalam tidurnya dan
tak mendengar apapun yang dibicarakan oleh magnae imut Super Junior
tersebut.
***
Kriingg..
Lengkingan
suara jam beker tardengar memenuhi ruangan kamar milik Eunsoo. Gadis
itu menggeliat pelan dan meraba-raba meja lampu yang terletak di samping
ranjangnya. Ia menekan tombol ‘off’ pada jam beker tersebut dan menguap
beberapa kali. Melepaskan rasa lelah yang membebani tubuhnya sejak tadi
malam. Sepasang mata Eunsoo mengerjap pelan dan mulai terbuka perlahan.
Rasa kantuk masih dirasakannya saat ini namun ia tak ingin jika syuting
yang dijadwalkan hari ini lebih hancur dari hari kemarin.
Ddrrtt..
Ponsel Eunsoo bergetar pelan di samping jam beker miliknya. Gadis itu
meraih benda persegi itu dengan malas dan menempelkannya di salah satu
telinganya.
“Yeoboseyo” Sapa Eunsoo dengan mata yang masih membuka-menutup
“Yakk !! Neo eodiya” Pekik suara Hyeri temannya di ujung sambungan telepon
“Bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu. Kau bisa membuatku tuli”
“Baiklah.. sekarang aku tak ingin berbasa-basi. Cepat ke lokasi syuting”
“Hei kau fikir kau itu siapa sesuka hati menyuruhku”
“Ayolah Park Eunsoo !! Manager Jung akan datang beberapa menit lagi. Kau tidak mau kemalasanmu itu diketahui,bukan?”
“Mwo?? Jangan menipuku. Ini baru jam__”
“Jam 9 dan seharusnya syuting sudah berjalan setengah jam yang lalu”
“Tapi aku__”
Sambungan
telepon diputus sepihak oleh Hyeri. Eunsoo menatap ponselnya dengan
tatapan gusar. Ia membanting benda itu ke atas ranjangnya sebelum gadis
itu juga ikut menghempaskan tubuh lelahnya.
‘Aku bahkan belum sarapan’ Gerutu Eunsoo dalam hati
v
v
“Aku pernah berfikir jika kita akan menikah denganmu dan kita mempunyai sepasang anak kembar”
“Benarkan? Kenapa kau menginginkan anak kembar?”
“Karna.. Err.. Mungkin itu sesuatu yang lucu”
“CUT
!!” Teriak Eunsoo lantang. Ia menghela nafas panjang di kursi
santainya. Sesaat kemudian gadis itu berdiri dan berjalan menghampiri
Eunhyuk dan Sena.
“Sampai kapan kau harus kaku seperti robot Lee Hyukjae?” Eunsoo berkata dengan nada memprotes.
“Aku
tidak bisa scene ini. Kau tahu,skripnya terlalu panjang dan aku tak
sanggup menghapalnya hanya dalam waktu beberapa menit” Jawab Eunhyuk
ketus
“Sudah ku katakan jangan terpaku dengan skrip. Kau bisa mengembangkannya dengan bahasamu sendiri”
“Tapi aku tak bisa. Aku bukan Leeteuk hyung yang pandai menyusun kata-kata saat berbicara”
“Memangnya berapa nilai IQmu sampai menyusun kata-kata pun kau tak bisa? Paboya !!”
“Mwo?? Kau bilang apa.. Isshh kau ini”
Eunsoo
meninggalkan Eunhyuk dan Sena yang memandanginya dengan mata
berapi-api. Gadis itu kembali duduk di kursinya dan memerintahkan kru
untuk melanjutkan scene berikutnya. Mata bulatnya tak lepas memandang
layar kecil yang terpampang tepat di hadapannya. Lagi-lagi Eunhyuk
melakukan kesalahan dan membuat Eunsoo semakin gusar. Ia menjatuhkan
punggungnya ke sandaran kursi dan mendengus kesal.
“Ayolah
Hyuk.. aku yakin kau bisa” Ucap Eunsoo lemah. Ia memang sedang meratapi
dirinya yang harus menemui aktor payah seperti Eunyuk.
“Bagaimana
jika kau yang menggantikan Sena? Setidaknya kau bisa menegurku dengan
isyarat jika aku melakukan kesalahan” Usul Eunhyuk dan sukses membuat
Eunsoo melotot tajam ke arahnya.
Eunhyuk POV
“Bagaimana
jika kau yang menggantikan Sena? Setidaknya kau bisa menegurku dengan
isyarat jika aku melakukan kesalahan” Usulku dan beberapa saat kemudian
ku lihat Eunsoo melotot tajam ke arahku. Apa ada yang salah dengan
kata-kataku? Sepertinya tidak !!
“Oppa,, ini WGM kita. Mana
mungkin kau bisa mengganti pemain semudah itu” Protes Sena yang sedang
berdiri di sampingku. Ck wanita ini memang memperkeruh keadaan saja !!
Apa dia tak mengerti jika aku seperti itu karna aku ingin dekat dengan
Eunsoo? Ah~ aku lupa!! Sena kan belum ku beritahu jika aku menyukai
Eunsoo.
Kau percaya cinta pada pandangan pertama? Mungkin
itu yang terjadi padaku sekarang. Aku sangat tertarik pada Eunsoo sejak
manager hyung mengenalkanku padanya beberapa hari yang lalu. Tubuhnya
yang ramping,kakinya yang
panjang,rambut coklatnya,mata bulat dan
kulit putih mulus miliknyalah yang membuatku semakin menggilainya.
Hanya saja aku menyayangkan kenapa dia harus menjadi sutradara? Aku
lebih senang jika Eunsoo menjadi pasangan WGMku daripada Sena. Kau tahu
Sena sepertinya menyukaiku,buktinya dia sering sekali mendekati dan
memberi perhatian lebih padaku walaupun sebenarnya aku tak menyukai
semua sikapnya. Aku akan lebih bahagia jika Eunsoo yang bersikap seperti
Sena.
“Apa maksudmu?” Teriak Eunsoo dari tempat duduknya dan sontak membuatku sadar dari lamunanku.
“Apa kurang jelas? Kau yang menjadi pasanganku” Jawabku sambil berteriak pelan.
“Benar juga.. kenapa kau tak menjadi pasangannya saja?” Usul make up artis bernama Han Hyeri. Yey !! Dia mendukung rencanaku.
“Mwo?? Yakkk .. Kalian bercanda” Ucap Eunsoo frustasi
“Bagaimana
dengan Sena?” Sambungnya lagi. Terlihat sekali jika Eunsoo sekarang
sangat pasrah. Haha.. sebentar lagi kau menang Lee Hyukjae !!
“Biar
dia dipasangkan dengan yang lain” Ucap salah satu kameramen.
Wow,,ternyata banyak yang berpihak padaku !! terimakasih Tuhan !!
Eunsoo
menatap Sena dan kulihat gadis itu berjalan menghampiri kami berdua.
Sejenak Sena pun menunduk dan mundur beberapa langkah dari posisi
awalnya.
“Aku pulang dulu” Kata Sena pelan lalu berbalik. Ia
meraih tasnya dan berlari meninggalkan lokasi syuting. Sempat ku lihat
ia mendengus kesal sebelum berlari tapi apa perduliku? Semakin ia
menjauh dariku semakin besar peluangku untuk berdekatan dengan Eunsoo
secara bebas !!
“Baiklah.. sekarang kita mulai syuting” Putus
Eunsoo lalu melangkah gontai ke arah tempat duduknya dan mengambil
kertas skrip bagian Sena. Ku lihat ia mulai menghapal beberapa kata dan
menghampiri aku lagi.
“Kamera on..” Teriaknya dan sukses membuat
para kru kelabakan menghidukan kamera. Aku hanya tertawa dalam hati
melihat rencanaku berhasil. Haha.. ini memang sesuatu yang pantas ku
banggakan !!
Aku tersenyum pada Eunsoo yang sedang berdiri
di hadapanku. Sekarang aku menemukan satu fakta yang menurutku itu
penting,Eunsoo ternyata tak lebih tinggi dariku. Haha.. Aku fikir
kakinya yang sepanjang itu bisa menyeimbangi tinggi badanku tapi
ternyata tidak. Aku berani taruhan jika gadis itu lebih pendek 8 cm
dariku !!
Kamera terus bergerak di sekitarku. Merekam semua
kegiatanku bersama Eunsoo. Huwaa.. aku tak ingin jika hari ini berakhir.
Andai saja aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikan
semua ini dan membiarkan Eunsoo
menjadi ‘istri’ku. Ayolah.. aku tahu jika takdir tak begitu kejam padaku.
Aku
terus menggenggam tangan Eunsoo dan membawanya berjalan-jalan di
sekitar taman. Ini memang sesuai scene,aku dan dia harus berjalan
mengelilingi taman dulu kemudian nanti aku yang akan menjadi pembicara
pertama. Sebenarnya aku ingin protes kenapa harus aku yang lebih dulu
berbicara namun niat itu ku biarkan menguap saat Eunsoo mulai
mengeluarkan wajah kesalnya ketika aku menyampaikan protesku itu. Eunsoo
memang gadis yang cantik dan menawan tapi kenapa dia begitu menyebalkan
?? Aigooo…
“Aku pernah berfikir jika aku akan menikah denganmu dan kita mempunyai sepasang anak kembar” Kataku memulai pembicaraan.
“Benarkan?
Kenapa kau menginginkan anak kembar?” Jawabnya lembut. Suaranya sangat
merdu. Ya Tuhaann .. Andai saja dikehidupan nyata dia bisa selembut ini
padaku.
“Karna aku ingin satu bayi yang mirip denganmu dan yang
satu lagi mirip denganku. Bukankah itu sangat lucu??” Sahutku lancar.
Kata-kata itu keluar begitu saja tanpa ku rencakan dan ku sadari.
Aigooo..benar kata Teukie hyung jika kekuatan cinta itu memang luar
biasa !!
Sesaat kemudian aku melihat pipi Eunsoo sedikit
memerah. Ia tak menjawab sahutanku lagi. Gadis itu menunduk dan
memperhatikan gerak-gerik yang tercipta dari sepasang kakinya. Dia tak
mungkin menghitung jumlah langkahnya,bukan? Kurang kerjaan sekali !!
Tak
terasa kami berdua sampai di sebuah kedai bakso ikan pinggir jalan.
Tidak berlebihan jika aku katakan sepanjang perjalanan tadi banyak
orang-orang yang menoleh padaku dan Eunsoo. Setidaknya hampir semua
diantara mereka memandang sinis kami berdua. Tolong jangan bicarakan
soal sasaeng sekarang,aku sedang menikmati kesempatanku untuk dekat
dengan Eunsoo. Aku mohon jangan hancurkan rencanaku, jebal~
“Jagiya..
Kau ingin ini?” Tanya Eunsoo padaku sambil menyerahkan setusuk baso
ikan. Dia memanggilku apa tadi? Jagiya? Aku berdoa jika ia tak salah
bicara.
Aku menyambut tusukan bakso ikan itu dan tersenyum
ramah. Ia hanya membalas senyumanku dan kembali melihat-lihat makanan
yang ada di kedai itu. Entah kenapa aku merasa jika dia semakin terlihat
cantik saat mengembangkan senyumnya tadi. Begitu manis dan menawan.
Jika aku bukan pengendali akal sehat yang baik mungkin sudah sejak tadi
aku menjadi orang gila. Sekarang pun harus ku akui jika aku
menggilainya. Aku tergila-gila pada seorang gadis bernama Park Eunsoo !!
“Jagiya..
Kenapa kau tak memakan makananmu?” Tanyanya dengan mulut penuh dan
sukses membuatku sadar dari lamunan yang ku jelajahi sejak tadi. Aku
hanya sedikit tersenyum padanya dan mengelus pelan sebelah pipinya. Aku
tak perduli apa yang ingin ia lakukan setelah syuting berakhir. Yang
jelas untuk saat ini aku bebas bersamanya.
Eunsoo menggenbungkan
pipinya sedikit. Tampak sekali jika kilasan warna merah itu kembali
mewarnai pipi putihnya. Ya tuhaann.. Andai saja WGM ini bisa ku ubah
menjadi kenyataan.
“Eunsoo” Panggilku lembut. Gadis itu menoleh pelan padaku seakan meminta penjelasan kenapa aku tadi menyebut namanya.
“Aku
mencintaimu” Lirihku dan sukses membuat Eunsoo terlonjak kaget. Perlu
waktu yang cukup lama untuk membiarkan ia tertunduk seusai mendengar
lirihanku tadi. Jangan bilang jika aku kembali salah menghapal skrip !!
Aku ingat jika scene ini aku harus mengungkapkan perasaanku saat ia
sedang asyik dengan makanannya.
v
v
Ku lihat
Eunsoo menghempaskan tubuhnya ke kursi yang menjadi tempat duduknya
selama menjadi sutradara. Sedikit ku lihat cahaya mengkilap akibat peluh
yang tercipta di dahi mulusnya. Cuaca hari ini memang sangat panas dan
seharusnya semua orang libur untuk menyambut musim gugur.
“Kau lelah?” Tanyaku seraya menghampirinya yang sedang memijat-mijat dahinya pelan.
“Ternyata menjadi sutradara itu lebih menyenangkan daripada menjadi aktor dan aktris” Jawabnya sambil menoleh ke arahku.
“Jika kau menjadi sutradara,kau hanya perlu mempersiapkan suaramu untuk berteriak”
“Hm~”
“Bagaimana aktingku tadi? Bagus atau tidak?”
“Aku heran. Kenapa saat bersama Sena kau tak bisa akting sebagus yang tadi?”
“Itu karna aku menikmatinya. Bersama Sena membuat aku tertekan bahkan saat aku baru saja melihat wajahnya”
Eunsoo
tertawa mendengar ucapanku. Menurutku itu tidak lucu,aku memang
mengatakan yang sejujurnya. Saat aku bersama Sena, aku merasa seperti
menghadapi seorang vampire yang akan menghisap darahku. Dan saat aku
syuting bersamanya tadi aku merasa jika aku nyaman dan tenang. Tentu
saja begitu,aku yakin jika cintaku padanya yang membuatku bisa senyaman
ini.
Mona POV
Eunsoo
menyesap teh hangat yang sekarang menemaninya di kamar. Guyuran air
hujan bergiliran jatuh dari langit menambah keindahan yang dilihatnya
malam ini. Hari ini merupakan salah satu hari yang indah bagi gadis
bermata coklat tersebut. Untuk pertamakalinya ia mencoba untuk akting di
depan kamera setelah sebelumnya hanya bisa meneriaki pemain yang
melakukan kesalahan. Sedikit rasa bangga menghiasi hatinya dan mampu
mengukir sebuah lengkungan indah yang diciptakan oleh bibir tipis
Eunsoo. Membawanya ke sebuah khayalan yang sangat indah. Taman luas
bertabur bunga impian dan pohon harapan tampak menyapu penglihatannya
sekarang. Sebuah senyuman manis milik seorang laki-laki bermata sipit
dan bergusi lebar timbul dalam fikiran bahagianya. Mensugestikan gadis
itu untuk tersenyum kembali ketika ingatan tentang laki-laki itu semakin
melekat di otaknya.
‘Konyol’ Ungkap Eunsoo dalam hati.
Gadis itu bergerak melangkah ke arah ranjang bernuansa ungu miliknya dan
merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.
Malam
semakin larut dan membuat mata Eunsoo semakin berat. Ia diserang kantuk
yang teramat sangat setelah beberapa menit berbaring di ranjangnya.
Hujan di luar terdengar semakin deras. Sesekali kilatan petir terlihat
menembus kaca transparan jendela kamar Eunsoo. Gadis itu menutup
sepasang matanya dan mulai terjun ke dunia mimpi. Nafas yang keluar
hidungnya terdengar begitu tenang dan damai. Untaian petir yang berbunyi
nyaring seakan tak menjadi halangan untuknya bermimpi jauh.
Sebaliknya,bunyi nyaring itu terasa seperti penghias bagi mimpi indahnya
malam ini.
***
Eunhyuk melahap sepotong
roti panggang yang terhidang di atas piring makannya. Sekarang ia memang
sedang menikmati sarapan bersama anggota Super Junior yang lainnya
kecuali Shindong yang ternyata belum bangun dari tidurnya.
“Bagaimana
syutingmu kemarin Hyuk? Ada masalah lagi?” Tanya Leeteuk seraya
mengoles selain coklat di rotinya. Eunhyuk hanya menggeleng lalu kembali
menggigit roti untuk ke sekian kalinya.
“Eunsoo begitu cantik”
Ungkapan kata-kata itu meluncur mulut dari belahan bibir tipis Eunhyuk.
Sesaat kemudian Leeteuk dan member lain yang ikut sarapan bersamanya
melongo.
“Eunsoo? Nuguya?” Tanya Donghae bingung.
“Sutradara yang mendadak menjadi pasangan WGMku” Jawab Eunhyuk cengengesan
“Mwo?? Bagaimana ceritanya dia bisa menjadi pasanganmu? Bukankah ‘istri’ WGMmu itu Sena?” Yesung juga ikut bertanya.
“Tidak
ada pasangan Eunhyuk dan Sena. Yang ada hanya Eunhyuk dan Eunsoo. Di
depan kamera atau pun di kehidupan nyata” Cibir Eunhyuk dan beranjak
dari kursinya. Ia meraih kunci mobilnya dan melangkah keluar.
“Jangan
katakan jika dia mulai stress karna jadwal syutingnya” Ucap Leeteuk
dengan sejuta pertanyaan yang masih mengganjal di otaknya.
“Mungkin dia memang sedang jatuh cinta” Yesung juga ikut berkata sambil tetap memfokuskan pandangannya pada gerak gerik Eunhyuk.
“Sooman sajangnim tak boleh mengetahui ini” Timpal Donghae.
Member
Super Junior yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat
Leeteuk,Yesung,dan Donghae yang masih memasang ekspresi melongo setelah
mendengar ucapan Eunhyuk. Mereka terlalu berlebihan !!
“Sepertinya
kalian bertiga harus dibawa ke psikiater. Aku tak ingin jika
orang-orang penting di Super Junior akan terus menerus melongo seperti
itu” Gurau Kyuhyun dengan semangat dan mampu menciptakan beberapa
jitakan kecil hinggap di kepalanya.
v
v
“Tadi
manager Jung menyuruhmu menemuinya di kafe dekat Seoul park” Ucap Hyeri
pada Eunsoo yang sedang asyik membaca skrip. Gadis itu hanya berdehem
pelan kemudian melanjutkan bacaannya.
“Ku fikir dia sudah
tahu jika kau menggantikan Sena tanpa memberitahunya kemarin” Sambung
Hyeri. Eunsoo menghentikan kegiatan membaca skrip dan menoleh ke arah
Hyeri yang berdiri di sampingnya.
“Kenapa kau memandangku seperti itu” Tanya Hyeri
“Apa maksudmu?”
“Tadi
manager Jung datang bersama Sena dan langsung mencarimu. Aku fikir
gadis itu yang melaporkan jika kau menggantikannya. Sena tidak mungkin
diam saja melihat kau dengan mudah menerima usul Eunhyuk. Kau tahu jika
dia sangat menyukai Eunhyu,bukan?”
“Aku tak mungkin memaksa
Eunhyuk untuk tetap menjadi pasangan Sena. Kau lihat sendiri kan seperti
apa perbedaan syuting kemarin?”
“Ne,, Aku lihat kalian berdua bisa menyelesaikan scene hanya dalam waktu dua jam. Itu waktu yang sangat cepat menurutku”
Seorang
pria jangkung nampak melangkah ke arah Hyeri dan Eunsoo. Ia
menyunggingkan senyuman manis di bibirnya begitu sampai di tempat Eunsoo
berada.
“Apa syuting akan dimulai sekarang?” Tanyanya riang.
“Kau tampak bersemangat sekali Hyuk~ssi” Respon Hyeri cepat sebelum Eunsoo menjawab pertanyaan Eunhyuk tadi.
“Bukankah
kita memang harus selalu semangat agar syutingnya lancar?” Eunhyuk
memasang wajah polosnya dan membuat Eunsoo mual seketika.
“Aigoo..
sejak kapan kau pandai merangkai kata-kata. Kau salah minum obat?”
Ketus Eunsoo dan berhasil membuat Eunhyuk terbahak-bahak.
“Sudahlah.. Aku ke ruangan make up dulu chaggiya~” Seru Eunhyuk disambut pelototan mata dari Eunsoo.
“Ku
rasa dia sangat aneh padamu” Bisik Hyeri di telinga Eunsoo seraya
memperhatikan Eunyuk yang melenggang pergi ke ruang make up.
“Apa maksudmu?”
“Kau lihat jika tatapan matanya begitu berbeda saat memandangmu,hm~?”
“Aku benar-benar tak mengerti”
“Kau tak curiga jika dia menyukaimu?”
Seketika
jantung Eunsoo berdebar kencang. Darahnya berdesir cukup cepat di dalam
pembuluh darah tubuhnya. Membawa sebuah rangsangan kata yang di ucapkan
Hyeri menuju otak untuk di proses. Eunsoo menetralisir laju detakan
jantungnya sebelum akhirnya gadis itu beranjak dari tempat duduknya.
“Hei kau mau kemana?” Teriak Hyeri saat sadar jika Eunsoo beranjak meninggalkannya.
“Sebentar lagi syuting dimulai” Jawab Eunsoo setelah dirinya berbalik
“Kau tak ke ruang make up dulu?”
“Aku sudah terlalu cantik tanpa make up. Jadi aku rasa tidak perlu ke ruang make up lagi”
“Mwo?? Kau membuatku mual”
Eunsoo
tertawa lepas saat mendengar ucapan Hyeri barusan. Ia kembali berbalik
dan melanjutkan langkahnya menuju kru yang sejak tadi mempersiapkan alat
untuk syuting.
v
v
“Kau sangat cantik hari ini chaggiya~” Kata Eunhyuk sambil menggenggam erat telapak tangan Eunsoo.
“Benarkah? Kau juga sangat tampan” Balas Eunsoo ramah.
“Aku beruntung mempunyai istri sepertimu. Saranghae”
“CUT !!” Teriak seorang gadis sambil berlari kencang ke arah Eunsoo dan membuat semua kru menoleh ke arahnya.
“Hyeri..” Kata Eunsoo lalu melepaskan genggaman Eunhyuk dari tangannya.
“Mengganggu saja” Ucap Eunhyuk kesal.
“Kau dan Eunhyuk disuruh menemui manager Jung sekarang di kafe yang kuberitahu tadi” Ucap Hyeri dengan nada terengah-engah.
“Tapi syuting belum selesai” Protes Eunhyuk.
“Tadi manager Jung menelponku dan ingin bertemu dengan kalian sekarang. Sebaiknya kalian cepat ke sana”
Eunhyuk
dan Eunsoo saling memandang satu sama lain. Sesaat kemudian Eunsoo
mengangkat kedua bahunya dan segera melangkah keluar lokasi syuting.
Eunhyuk hanya bisa mendengus pelan kemudian mengikuti langkah Eunsoo.
Suasana mendadak terasa membosankan bagi laki-laki berumur 26 tahun
tersebut. Kegiatan syuting yang menjadi jalan baginya untuk berdekatan
dengan Eunsoo harus ditunda karna hal yang menurutnya sangat tidak
penting.
'Menyebalkan !!' Runtuk Eunhyuk pada dirinya sendiri.
v
v
Manager
Jung menatap dua manusia yang sekarang duduk di hadapannya. Eunhyuk dan
Eunsoo hanya bisa menunduk tanpa berani bicara apa-apa. Tanpa di duga
ternyata Sena juga berada di sana. Gadis itu tersenyum sinis saat
melihat Eunhyuk dan Eunsoo tiba di kafe. Suasana terlihat canggung dan
kaku. Hanya sesekali terdengar manager Jung menghela nafas panjang dan
mendengus kesal.
“Jadi benar jika kalian berdua
berani mengganti posisi Sena tanpa memberitahuku?” Tanya manager Jung
dan sontak membuat Eunsoo sedikit terlonjak.
“Maafkan kami” Ucap Eunsoo pelan dan hampir tak terdengar.
BRAK
Meja
digebrak kasar oleh manager Jung. Semua pengunjung kafe serentak
menoleh ke arahnya dan memandang heran. Beberapa diantara mereka hanya
diam dan melanjutkan makan tanpa memperdulikan apa yang terjadi
selanjutnya. Kilatan api kemarahan terlihat sekali sedang berkobar di
sepasang mata bulat milik laki-laki paruh baya tersebut. Beberapa saat
kemudian ia kembali duduk di kursinya dan tersenyum manis.
“Kenapa
kalian tak memberitahuku lebih awal? Padahal aku juga merencakan untuk
memasangkan kalian berdua” Bisik manager Jung sambil terkekeh pelan.
Eunsoo
mendongak dan memandang manager Jung yang masih tersenyum cengengesan.
Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Manager Jung
mengizinkan mereka menjadi pasangan acaranya semudah itu? Benar-benar
tidak masuk akal !!
“Maksud manager apa?” Tanya Eunhyuk yang juga sedang kebingungan
“Aku
sudah beberapa kali melihat aktingmu dengan Sena. Itu membuatku
prihatin Hyuk..Kau benar-benar payah !!” Jelas Manager Jung dan kali ini
membuat Sena yang terlonjak.
“Maka dari itu aku berencana ingin
memasangkan kau dengan Eunsoo saja. Kau bisa bayangkan bagaimana jika
seorang sutradara WGM juga ikut andil memainkan peran yang biasa
disutradarainya. Apalagi kau termasuk artis papan atas Hyuk. Jika kau
dengan Eunsoo dipasangkan maka aku yakin rating reality show WGM akan
naik dalam sekejap. Ini kejadian langka,apa kalian tak mengerti?”
Sambung manager Jung.
“Jadi kau menyetujui keputusan mereka ini?” Tanya Sena tak percaya
“Tentu saja. Setidaknya Eunsoo bisa menjadi daya tarik bagi acaranya” Jawab manager Jung mantap.
Sena
mendengus kesal kemudian meraih tasnya dan beranjak pergi dari meja
yang sejak tadi menjadi saksi bisu keheningan mereka berempat sebelum
pada akhirnya ia mendengar keputusan manager Jung yang membuat hatinya
panas.Eunhyuk hanya tertawa melihat tingkah Sena yang terlalu
kekanak-kanakan menurutnya. Ia menoleh pada Eunsoo dan tersenyum manis.
Semburat merah muda timbul perlahan di pipi milik Eunsoo. Gadis itu
hanya menunduk menahan wajahnya yang semakin memanas terlebih saat
Eunhyuk menatapnya lekat.
“Kenapa kau memandangku seperti itu?” Tanya Eunsoo dengan ekspresi yang masih menunjukka jika ia tersipu malu.
“Wajahmu sangat cantik istriku” Goda Eunhyuk seraya memberi sedikit penekanan saat ia mengucapkan kata ‘istri’ tadi.
Pipi Eunsoo kembali memerah. Gadis itu benar-benar tak berani membalas tatapan Eunhyuk saat ini.
***
Eunsoo
menelan kepingan kripik untuk yang ke sekian kalinya. Beberapa hari ini
syuting diliburkan setelah pertemuannya dengan manager Jung beberapa
hari yang lalu. Manager Jung mengatakan bahwa ia ingin memberitahukan
publik jika ada pembatalan pasangan Eunhyuk-Sena di WGM. Mungkin bagi
Eunsoo itu suatu hal yang sangat menakutkan. Ia masih belum siap dikejar
sasaeng Eunhyuk yang mungkin bisa menggantungnya atau bahkan
mengeroyoknya bersama dengan kelompok sasaeng yang lain.
Segala
macam kemungkinan buruk menggerayangi fikiran Eunsoo saat ini. Dengusan
nafas kesal beberapa kali berhembus keluar dari hidungnya. Kenapa saat
Eunhyuk memintanya untuk menggantikan Sena gadis itu tak bisa menolak?
Bahkan saat itu Eunsoo merasa sangat bahagia. Ia merasa nyaman saat
dirinya berada di samping laki-laki yang sekarang menjadi ‘pasangan’
hidupnya di depan kamera. Jantungnya seakan berdegup lebih cepat saat
Eunhyuk menggenggam tangannya,tersenyum padanya,dan mengucapkan
kata-kata cinta untuknya. Semua itu membuat Eunsoo merasa terbuai dan
terbang ke awan.
Semuanya berbeda seperti awal Eunsoo
dikenalkan pada Eunhyuk dan Sena beberapa minggu yang lalu oleh manager
Jung. Kesan pertama yang didapatnya dari laki-laki itu hanya sifat yang
tidak jelas. Eunhyuk suka tersenyum dan tertawa tanpa sebab yang jelas
dan nyata. Eunsoo bahkan sempat menyangka jika Eunhyuk stress karna
jadwal kegiatannya yang begitu padat.
Ting Tong…
Bel
apartemen Eunsoo terdengar berbunyi. Gadis itu beranjak malas dari sofa
yang ia duduki sejak tadi kemudian melangkah ke arah pintu depan.
Seusai pintu dibuka Eunsoo terperangah,di depannya berdiri seorang
laki-laki dengan senyum sumringah sambil membawa sebuah benda berbentuk
persegi yang diikat dengan pita berwarna pink.
“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Eunsoo ketus. Laki-laki itu tak menjawab dan langsung menerobos masuk ke apartemen Eunsoo.
“Apartemenmu besar sekali” kata-kata itu menjadi komentar pertama yang keluar dari mulut laki-laki bergusi lebar tersebut.
“Sekarang
jawab pertanyaanku Hyuk~ssi. Untuk apa kau ke sini?” Eunsoo bertanya
dengan nada yang dibuat-buat agar terkesan lebih ketus dari yang tadi.
“Sudah sewajarnya bukan seorang suami mengujungi istrinya?” Eunhyuk tersenyum nakal.
“Kau bilang apa? Yakk,, berhentilah kau bermimpi menjadi suamiku” Jawab Eunsoo gusar.
Eunhyuk
hanya tertawa lepas melihat Eunsoo yang berkata gusar padanya.
Sepertinya rencananya untuk menggoda Eunsoo terlihat membuahkan hasil
postif dan menyenangkan. Ia meletakkan benda persegi yang ada di
tangannya tersebut di depan meja ruang tamu apartemen Eunsoo.
“Ya
sudah.. Aku mau pergi dulu. Besok aku harus menemani manager Jung
mengikuti konfrensi pers tentang WGM kita. Aigoo.. itu pasti sangat
membosankan !!” Keluh Eunhyuk
“Kau tidak ingin ku buatkan minum dulu?” Tawar Eunsoo saat melihat Eunhyuk yang bersiap melangkah keluar
“Aku tidak tertarik dengan minuman. Bagaimana jika kau menawariku jatah ranjang. Itu terdengar sangat menyenangkan”
“Yakk !! Lee Hyukjae !!!”
Eunhyuk POV
“Kami
mendengar jika kau dan Eunsoo itu benar-benar berpacaran. Apa itu benar
Hyuk~ssi?” Tanya salah seorang wartawan yang berada di hadapanku.
Aku
hanya mengembangkan senyuman terbaikku. Pertanyaan itu membuatku serasa
ingin meloncat sekarang juga. Aku sangat bahagia jika ada orang yang
mengabarkan berita bahwa Eunsoo memang berpacaran denganku. Ini suatu
peningkatan untuk kedekatanku dengan Eunsoo. Hei apa salahnya jika ku
coba?
“Hyuk~sii..”
“Ya.. Aku dan Eunsoo
memang berpacaran. Aku jatuh cinta dengannya saat pertama kali bertemu
dengan gadis itu. Eunsoo merupakan hal yang paling indah dalam hidupku.
Dia yang membuatku tersenyum saat aku merasa bosan dengan aktivitas
syutingku” Jawabku mantap dan sukses membuat semua orang yang ada di
sana termasuk manager Jung ternganga seusai mendengar jawabanku.
“Baiklah
aku rasa konfrensi pers hari ini cukup” Kata manager Jung sambil
menarik paksa tanganku untuk menyuruhku berdiri. Aku pun berdiri dan
membungkukan badanku bersama manager Jung dan berjalan keluar ruangan.
v
v
“Kau gila !!” Kata manager Jung saat di dalam mobil. Aku hanya menoleh heran padanya. Dia mengatakan apa tadi? Aku gila??
“Waeyo?” Tanyaku heran
“Kenapa kau mengaku memang berpacaran dengan Eunsoo? Kau tahu jika Eunsoo itu gadis yang sensitif?”
“Aku tahu. Selain sensitife,dia juga pemarah dan sangat menyebalkan”
“Lalu kenapa kau membuat masalah dengannya?”
“Masalah? Aku tidak mengerti”
“Aigoo.. Lee Hyukjae !! Sejak kapan kau menjadi bodoh kembali,heh? Kau fikir pengakuanmu itu bukan masalah baginya?”
“Tentu saja tidak. Jika aku mengaku sebagai pacar Eunsoo bukankah itu menjadi daya tarik yang lebih untuk WGMku dengannya?”
“Tapi Eunsoo pasti akan dikejar sasaengmu!!”
“Tenang saja. Eunsoo akan aman bersamaku. Sudahlah.. jangan terlalu berlebihan”
Manager
Jung tak menyahut lagi. Ku lihat ia kembali memfokuskan fikirannya pada
setir di hadapannya sekarang. Mataku memandang keadaan di luar melalui
kaca mobil yang sekarang ku tumpangi. Daun dari pohon-pohon di sepanjang
jalan nampak berguguran dan memberikan kesan indah terhadap pemandangan
yang sekarang ku lihat. Aku hampir lupa jika sekarang sudah memasuki
akhir musim gugur. Dan sebentar lagi akan mulai awal musim dingin. Aku
suka salju !!
***
Seberkas cahaya tipis dari
matahari pagi menyapa penglihatanku. Aku menggeliat pelan sambil
sesekali menguap pelan. Tak berapa lama cahaya itu redup dan awan
menjadi hitam kelam. Ah~ sebentar lagi pasti akan turun hujan.
Ddrrtt..
Ponsel putihku bergetar di lampu meja tidur. Sebuah pesan dari Eunsoo
mengisi di layarnya. Ku raih benda persegi tersebut dan membaca isi
pesan Eunsoo.
Syuting akan dimulai sebentar lagi. Cepatlah ..
Sebuah
lengkungan yang bernama senyum terbentuk di wajahku tanpa ku sadari
sama sekali. Tanpa banyak berfikir,aku pun turun dari tempat tidur dan
masuk ke dalam kamar mandi.Guyuran sejuknya air terasa menyapu kulitku.
Mematahkan kelelahan yang sempat ku rasa sepulang konfrensi pers
kemarin. Memberikan sedikit semangat untukku hari ini. Bayangan senyum
Eunsoo dengan ekspresi menggemaskan itu datang lagi. Semakin hari aku
merasa semakin mencintainya. Mencintai segala hal yang ada pada gadis
sutradara itu. Entah kenapa hatiku saat sangat berharap jika Eunsoo
benar-benar jodoh yang diberikan Tuhan untukku.
Mona POV
Eunhyuk
keluar dari mobil yang mengantarnya. Ia berjalan ke studio yang hari
ini menjadi lokasi syuting WGMnya bersama Eunsoo. Namun tak berapa lama
setelah ia masuk ke studio tangannya ditahan oleh seseorang dan sontak
Eunhyuk pun berbalik. Eunsoo terlihat berdiri di depan Eunhyuk dengan
mata berkaca-kaca. Laki-laki itu hanya memandang heran ke arah Eunsoo.
Ia merasa jika ada yang tidak beres hari ini.
PLAK
Tanpa
diduga sama sekali Eunsoo menampar sebelah pipi Eunhyuk. Dua bulir air
mata meleleh di pipi putih Eunsoo. Matanya masih menatap Eunhyuk yang
kelabakan mengusap pipinya setelah ditampar Eunsoo tadi.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Eunhyuk tak mengerti.
“Seharusnya
aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan?” Eunsoo berkata
dengan suara bergetar. Nafasnya seakan tercekat di tenggorokan saat ini.
“Aku tidak mengerti..”
“Untuk apa kau mengakui aku sebagai pacarmu? Kau bodoh Lee Hyukjae !!”
“Bukankah itu bagus? Dengan begitu acara WGM kita akan menarik”
“Lalu ini ..”
Eunsoo
melempar banyak barang pada Eunhyuk. Diantara banyak barang tersebut
terdapat sebuah boneka panda yang terlihat sengaja disobek di bagian
perut dan diceceri cairan merah pekat bernama darah. Eunhyuk mengambil
boneka itu dan memandangnya jijik.
“Kau puas
dengan apa yang kau lakukan padaku? Kau senang jika para fansmu
mengancamku seperti itu,bukan? Apa kau dendam karna waktu syuting aku
sering memarahimu? Jika kau dendam katakan saja !!” Eunsoo berteriak
sekuat yang ia bisa di hadapan Eunhyuk. Semua kru yang mempersiapkan
alat untuk syuting pun memandang ke arah mereka berdua.
“Aku.. Aku .. Aku benar-benar tidak bermaksud begitu” Bantah Eunhyuk sambil menggeleng pelan.
Eunsoo
tak memperdulikan Eunhyuk lagi. Gadis itu berlari meninggalkan Eunhyuk
yang terdiam mematung. Hatinya terlalu sakit untuk bertahan disana.
Nafasnya semakin terasa tertahan di tenggorokan. Dadanya seperti ingin
meledak saat ini dan menumpahkan segala emosi yang terlalu banyak
dipendamnya sejak tadi. Ia tak menyangka jika laki-laki yang selama ini
dipercayainya malah membuatnya sakit dan menderita. Eunsoo padahal sudah
mulai merasa jika ia menyukai Eunhyuk. Menyukai segala hal tentang
laki-laki itu sebelum semuanya menjadi berantakan seperti ini.
***
Eunhyuk
berlari ke ruangan manager Jung dan langsung mendobrak pintu ruangan.
Seorang laki-laki paruh baya yang ada di dalam sana nampak sedikit
terkejut dengan kedatangan Eunhyuk. Tadi pagi Hyeri menelponnya dan
mengatakan jika Eunsoo terlihat masuk ke ruangan manager Jung sambil
membawa sebuah berkas. Eunhyuk hanya khawatir jika gadis itu
mengundurkan diri karna kejadian kemarin.
“Akhirnya kau datang. Aku ingin menanyakan kenapa Eunsoo tiba-tiba mengundurkan diri?” Tanya manager Jung tak sabar.
Bingo
!! Tebakan Eunhyuk ternyata benar. Eunsoo memang mengundurkan diri dari
acara reality show WGM. Bukan hanya mengundurkan diri atas peran yang
dipegangnya namun ia juga mengundurkan diri sebagai sutradara acara itu.
Dan berarti Eunsoo tak mempunyai hubungan apapun lagi dengan acara WGM.
“Sekarang dia ada dimana?” Tanya Eunhyuk risau.
“Ku
fikir dia ada di apartemennya. Sekarang lebih baik kau selesaikan
masalah kalian berdua. Aku tak ingin acara WGMmu dilanjutkan dalam
keadaan kacau seperti ini” Jawab manager Jung frustasi.
Eunhyuk
berlari keluar gedung dan segera menuju parkiran. Laki-laki itu
memasuki mobil yang dibawanya tadi dan segera memacu mobilnya sangat
cepat. Tak perlu waktu lama ia sudah meninggalkan kantor manager Jung
dan menuju apartemen Eunsoo.
v
v
Hyeri
membolak-balik majalah yang ada ditangannya dan sesekali menghela nafas
panjang. Sekarang ini,gadis itu sedang berada di apartemen milik Eunsoo.
Eunsoo menelpon Hyeri beberapa menit yang lalu dan menyuruhnya datang
ke apartemennya.
“Hyeri~ya..” Panggil Eunsoo pelan
“Waeyo?” Tanya Hyeri tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.
“Aku merindukannya”
“Mwo?? Merindukannya? Siapa?”
“Aku pernah berfikir jika aku mencintainya. Tapi kenapa dia menghancurkan pendapatku itu dengan kejadian kemarin?”
“Hyuk~ssi maksudmu? Aigoo.. kau mencintainya Eunsoo~ya?”
“Setidaknya
itu pernah aku fikirkan sebelumnya tapi setelah kejadian itu aku mulai
meragukan perasaanku. Ayolah.. ini tidak lucu”
Eunsoo
mendengus kesal dan menelungkupkan wajahnya di meja rias. Hyeri hanya
menggeleng pelan melihat tingkah Eunsoo. Ia kembali menekuni bacaannya
seraya mengamati setiap huruf yang tercetak di majalah.
Ting Tong
Bel
apartemen Eunsoo terdengar berbunyi. Mensugestikan Hyeri agar beranjak
dari tempat duduknya dan membuka pintu. Seusai membuka pintu Hyeri
terlonjak saat melihat sosok Eunhyuk berdiri di depannya. Laki-laki yang
baru saja dibicarakannya dengan Eunsoo.
“Dimana
Eunsoo?” Eunhyuk berkata dengan nada khawatir seraya berusaha menerobos
masuk andai saja tangan Hyeri tak menahannya dan menarik laki-laki
jangkung itu keluar.
“Untuk apa kau kesini?” Tanya Hyeri cemas.
Gadis itu bahkan lebih mengkhawatirkan apa yang terjadi jika Eunsoo tahu
bahwa Eunhyuk berani datang ke apartemennya.
“Aku perlu bicara sesuatu dengannya. Ku dengar dia mengundurkan diri dari acara WGM”
“Aku
tahu Hyuk~ssi. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk kau menemuinya.
Fikiran Eunsoo masih kacau. Kau tak berencana untuk membuat keributan
disini,kan?”
“Tap..Tapi__”
“Aku akan menjelaskan dan
membujuk Eunsoo untuk kembali bergabung di acara WGM. Lagipula manager
Jung belum menandatangani surat pengunduran diri Eunsoo,jadi kau
percayakan saja jika aku bisa menghandle semuanya. Ayolah..”
“Kau yakin bisa melakukannya?”
“Aku lebih tahu siapa Eunsoo. Apapun jawabannya aku akan mengabarimu”
Eunhyuk
menghela nafas panjang dan mengangguk pelan. Laki-laki itu berbalik dan
mulai melangkah pergi meninggalkan apartemen Eunsoo. Hatinya tiba-tiba
terasa sangat nyeri saat ini. Nyeri itu semakin terasa saat senyuman
Eunsoo hadir di fikiran kalutnya. Memprihatinkan !!
***
“Ayolah
manager. Aku benar-benar tak ingin lagi bekerja sebagai sutradara”
Rengek Eunsoo dengan wajah memelas pada manager Jung. Sang manager hanya
menggeleng pelan tanpa memperdulikan permintaan Eunsoo.
“Aku akan
mengabulkan permintaanmu asalkan kau bisa mengutarakan alasan yang
jelas dan masuk akal” Jawab manager Jung mantap dan kembali berkutat
pada berkasnya. Eunsoo hanya mendengus kesal kemudian beranjak keluar
dari ruangan.
“Eunsoo~ya” Panggil seorang gadis seraya menghampiri Eunsoo.
“Wae?” Tanya Eunsoo malas.
“Semalam Eunhyuk menemuiku” Ucap Hyeri riang sambil menggoda Eunsoo
“Benarkah?? Aku tak tertarik dengan berita yang kau bawa itu. Gomawo” Balas Eunsoo dan semakin mempercepat langkahnya.
“Ishh
jinjjayo? Padahal aku ingin mengatakan jika Eunhyuk mengungkapkan
perasaannya denganku. Aikhh.. dia benar-benar romantis. Bunga
mawar,balon yang berwarna warni,dan coklat putih berbentuk hati
membuatku semakin kagum dengannya”
Eunsoo menghentikan
langkahnya dan memandang tajam ke arah Hyeri. Tatapan matanya saat ini
seakan menandakan jika ia ingin menelan Hyeri hidup-hidup. Namun Hyeri
sama sekali tak memperdulikan tatapan membunuh dari Eunsoo,gadis itu
bahkan semakin semangat bercerita layaknya sedang menceritakan drama
televisi.
"Jari-jarinya yang lentik dan dingin
membuatku gila. Kau tahu,kami berdua bahkan bergenggaman erat. Ia sering
tersenyum padaku dan membelai lembut pipiku. Benar-benar roman_”
“Hentikan !!! ceritamu itu semakin membuatku mual” Ucap Eunsoo frustasi.
“Hei,,kau
kenapa?” protes Hyeri dan tak dijawab lagi oleh Eunsoo. Gadis itu
kembali mempercepat langkahnya dan hampir meninggalkan Hyeri.
“Katakan saja jika kau mencintainya” Goda Hyeri lagi sambil mengerdip nakal ke arah Eunsoo.
“Yakk
!! Han Hyeri kau memang sengaja ingin membuatku murka !!!” Teriak
Eunsoo garang sambil tetap menjauh dari Hyeri. Hyeri hanya mengeluarkan
smirk yang selama ini menjadi andalan di wajahnya.
‘Sebentar lagi kau takkan bisa mengelak Park Eunsoo !!’ Ucap Hyeri dalam hati.
v
v
Eunyuk
berulang kali menatap layar ponselnya. Tak ada telfon atau pun pesan
dari Hyeri yang masuk,hal itu semakin membuatnya kalut dan risau. Ia
menghempaskan tubuhnya ke sofa putih yang ada di dorm seraya berdecak
kesal.
“Kau kenapa hyung?” Tanya Ryeowook yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Hyeri tak memberikan kabar apapun” Jawab Eunhyuk kesal
“Aigoo.. sepertinya kau memang sedang jatuh cinta”
“Sudah beribu kali aku mengatakan jika aku memang sedang jatuh cinta. Kenapa kau baru saja menyadarinya?”
“Aku lebih tertarik menyadari resep masakan terbaru daripada kisah asmaramu yang membuatku geli”
“Yakk !! Kau ingin kehilangan kepalamu?”
“Kau bisa menghilangkannya hyung? Aigoo.. hebat sekali. Pasti itu terlihat keren”
Ryeowook
meninggalkan Eunhyuk yang masih diselimuti rasa kesal. Ia melangkah
keluar dan beberapa saat kemudian ia berlari kembali menghampiri Eunhyuk
dengan nafas terengah-engah.
“Hyung.. gawat !! Teukie
hyung disandera oleh seorang wanita diluar” Kata Ryeowook. Eunhyuk
segera meloncat dan berlari keluar diikuti Ryeowook. Benar saja,seorang
wanita bermasker hitam dengan sebuah pistol ditangannya nampak membekap
mulut Leeteuk. Semua member suju yang ada di ruangan sana hanya bisa
berlutut karna wanita itu menodongkan pistol ke arah mereka.
BRAK
Pintu
ditutup paksa oleh wanita tersebut. Eunhyuk mencoba mendekati wanita
yang sedang membekap mulut Leeteuk. Namun naas baginya wanita itu
menyadari kehadiran Eunhyuk dan mengalihkan arah pistolnya ke tempat
Eunhyuk berada.
“Berlutut !!” Titahnya tegas dan membuat
Eunhyuk berlutut menurut. Ia tak ingin jika peluru dari pistol itu
keluar dan menembus kepalanya. Eunhyuk tak ingin meninggalkan Eunsoo
sebelum ia berhasil mendapatkan gadis yang sangat dicintainya itu.
Wanita
itu mendorong Leeteuk ke sudut ruangan dan membuat pria itu terjungkal.
Selanjutnya ia melepas maskernya dan tertawa cengengesan seraya
melempar pistol dan maskernya ke sofa.
“Han Hyeri”
Kata Eunhyuk saat ia melihat paras gadis yang menyandera Leeteuk dari
tadi. Semua yang ada di ruangan melongo ke arah Hyeri yang masih tertawa
garing.
“Aigoo.. Kau tampak mengerikan sekali” Komentar Donghae sambil berusaha berdiri.
“Kau membuatku ketakutan dan tegang” Yesung ikut berkicau.
“Bahkan saat kau menodongkan pistol itu aku sudah mulai kehilangan nafas” Sungmin terlihat kesal dengan Hyeri.
“Hei..
berhentilah kesal denganku. Seharusnya kalian memuji kehebatanku dalam
berakting tadi” Hyeri menjawab sambil mengerucutkan bibirnya.
“Kau membuat kami semua hampir mati ketakutan dan kau menyuruh kami memujimu? Aigoo” Kali ini si magnae Kyuhyun yang berbicara.
“Kau
juga membuat tulang punggungku retak” Seru Leetuk dari jauh sambil
mengusap-usap pelan punggungnya. Hyeri hanya kembali tertawa lepas
sambil membantu Leeteuk berdiri dan mendudukan pria itu di sofa.
“Ada apa kau kesini?” Tanya Eunhyuk lalu juga ikut duduk di sofa.
“Aku hanya ingin memberitahu tentang Eunsoo” Jawab Hyeri.
Hyeri
menceritakan kejadian yang ia alami saat di kantor tadi. Mulai dari
cerita-cerita bualannya sampai ekspresi kesal Eunsoo seusai mendengar
ceritanya. Ada secercah harapan dalam hati Eunhyuk saat ia tahu jika
Eunsoo cemburu dengannya. Mungkin Eunsoo tak mengatakan secara langsung
jika ia cemburu namun sikap marah dan kesalnya yang membuatnya yakin
jika gadis itu juga mencintainya.
“Lalu apa rencanamu
selanjutnya?” Tanya Eunhyuk pada Hyeri. Gadis itu hanya menyuruh Eunhyuk
mendekatkan wajahnya lalu Hyeri pun membisikan sesuatu hingga membuat
Eunhyuk sedikit menyeringai.
***
Rintikan
air hujan terdengar turun dengan derasnya dari langit. Seharusnya ini
sudah awal musin salju namun tak satu pun butiran es yang nampak turun
menghiasi kaca jendela milik Eunsoo. Gadis itu memutar lagu dari i-pod
kecil yang sekarang terletak manis di samping cangkir tehnya. Rentetan
nada-nada indah dari suara jernih Kristen Stewart sedikit mebuatnya
tenang setelah melalui masa resahnya akibat cerita yang dilontakan oleh
Hyeri kemarin.
Ddrrrt.. ddrrtt
Ponsel Eunsoo
bergetar hingga membuat gadis itu terkejut. Ia meraih ponsel miliknya
dan mengamati layar. Sebuah pesan yang dikirimkan oleh Hyeri menghiasi
layar ponsel tersebut. Eunsoo hanya mendengus kesal lalu membukanya.
Aku menunggumu di Seoul park jam 7 malam. Jangan tidak datang atau kau akan kehilangan nyawamu
Seoul
park? Eunsoo tersenyum sinis setelah membaca pesan tersebut. Untuk apa
Hyeri menyuruhnya datang ke Seoul park? Apakah gadis itu ingin berkencan
dengan Eunsoo? Aigoo.. itu tampak mengerikan !
Lagi-lagi ponsel
Eunsoo bergetar. Kali ini Hyeri menelponnya. Eunsoo memencet tombol
hijau dan menempelkan ponsel itu ke salah satu telinganya seraya menahan
tawa yang sebenarnya ingin keluar dari mulutnya.
“Kau sudah membaca pesanku?” Tanya Hyeri langsung bahkan sebelum Eunsoo menyapanya.
“Ne,,sudah. Kufikir kau ingin mengajakku kencan”
“Ya Tuhaan. Kau memang tidak waras Eunsoo~ya !!”
“Kau fikir aku perduli”
“Yakkk__”
Tut. Telepon diputus Eunsoo sepihak dan membuat Hyeri yang ada di ujung telepon menggeram dan menatap gusar pada ponselnya.
Oh ya.. Aku lupa. Kau harus memakai gaun malam ini. Dan ingat jangan menganggap ini sebuah ajakan kencan lagi
Sebuah pesan dari Hyeri kembali masuk ke ponsel Eunsoo. Gadis itu terbahak-bahak saat membaca pesan yang kedua ini.
“Dia memang benar-benar mengajakku kencan” Ucap Eunsoo pada dirinya sendiri.
v
v
Eunsoo
menghentikan mobilnya tepat di depan Seoul park. Ia keluar dari mobil
dan melangkah masuk ke dalam taman. Sesampai di dalam Eunsoo
terperangah. Sebuah balon besar tampak tergantung di atas sebuah pohon
yang ada di dalam taman.
Saranghae Lee Eunsoo
Itulah
kalimat sederhana yang tertulis di balon besar tersebut. Sesaat
kemudian taman menyala terang. Lampu indah berkelap-kelip membuatnya
semakin bingung dengan apa yang terjadi.
“Kau sangat
cantik malam ini” Kata seorang laki-laki yang berdiri di belakang
Eunsoo. Eunhyuk berbalik dan kembali terperangah saat melihat Eunhyuk
berdiri di hadapannya sekarang.
Jantung Eunsoo kembali
berpacu sangat cepat. Darahnya berdesir pelan dan semakin membuat gadis
itu dilingkupi rasa yang tak karuan. Eunsoo terjebak dalam perasaan
antara senang dan marah. Kakinya bergerak mundur menjauhi Eunhyuk.
Sesaat kemudian ekspresi wajah Eunhyuk berubah begitu sadar jika Eunsoo
bergerak menjauhinya.
“Kau masih marah padaku?” Tanya
Euhyuk pelan. Eunsoo semakin menjauhi Euhyuk. Gadis itu berbalik dan
menyeka airmata yang tak diduga jatuh dari sepasang matanya. Eunhyuk
berjalan menghampiri Eunsoo dan membalik paksa tubuh mungil gadis itu.
Sepasang tangan Eunhyuk merengkuh Eunsoo hingga gadis itu jatuh dalam
pelukan hangatnya. Eunsoo terus saja mengeluarkan airmatanya. Sesekali
diselingi isakan pelan dan membuat Eunhyuk semakin mengeratkan
pelukannya.
“Kenapa kau mempermainkan perasaanku
Hyuk~ssi?” Tanya Eunsoo dengan lirihan suara yang hampir tak bisa
didengar. Eunhyuk melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu kecil milik
Eunsoo. Dalam waktu beberapa detik kedua telapak tangan Eunyuk menangkup
wajah gadis yang penuh dengan air mata tersebut.
“Aku tak
pernah mempermainkanmu. Aku mungkin tak bisa melindungimu dari
sasaengku. Tapi aku mohon percayalah jika aku akan selalu ada
disampingmu. Aku benar-benar mencintaimu Eunsoo~ya” Jawab Eunhyuk dengan
wajah yang penuh keseriusan. Eunsoo mendongak dan menatap kedua bola
mata Eunhyuk lekat-lekat. Seakan tersihir oleh ucapan Eunhyuk ia kembali
memeluk Eunhyuk dalam. Merasakan semua kehangatan yang menjalar masuk
dalam pembuluh darahnya saat Eunhyuk membalas pelukannya.
“Eunhyuk~ssi.. Eunsoo~ya.. lihatlah kesini” Teriak seorang gadis yang berdiri tak jauh dari tempat Eunhyuk dan Eunsoo.
Eunsoo
melepas pelukannya dan memandang ke arah gadis yang berteriak tadi. Di
sana terlihat Han Hyeri sedang berdiri diantara sekumpulan remaja yang
sedang mengangkat banner besar bertulisan ‘
We Love Eun-HyukSoo Couple’.
“Aku
mengajak beberapa sasaengmu untuk bergabung disini. Ah~ aku memang
seorang gadis yang hebat” Ucap Hyeri dengan percaya dirinya.
Eunsoo kembali meneteskan air matanya. Ia benar-benar terharu dengan ini semua. Sekarang ia yakin dengan perasaan
yang
mengganjal hatinya selama ini. Cinta tak memang tak bisa ditepis jika
ia sudah datang menghampiri. Eunsoo menatap Eunhyuk lagi dan tersenyum
senang. Untuk kesekian kalinya gadis itu memeluk laki-laki yang berdiri
di hadapannya itu. Eunhyuk membelai lembut rambut Eunsoo dan mengecup
puncak kepala gadis itu. Gejolak perasaan keduanya bercampur jadi satu
dan terbang menuju awan hitam yang tampak memayungi kebahagiaan Eunhyuk
dan Eunsoo malam ini.
“Aku mencintaimu ‘istriku’. Sangat mencintaimu” Lirih Eunhyuk dengan posisi yang masih memeluk Eunsoo.
“Aku juga mencintaimu ‘suamiku’.” Balas Eunsoo sambil mengeratkan pelukannya pada Eunhyuk.
END