Sabtu, 26 Mei 2012

[JUST] Proud to be ELF


Hanya di Super Junior ada Leeteuk yang selalu meminta maaf untuk kesalahan yang sebenarnya tak pernah ia buat.



Hanya di Super Junior ada Heechul yang bisa memegang microphone dengan berbagai gaya namun suaranya tetap stabil.



Hanya di Super Junior ada Han Geng yang berani menentang ketidak adilan hingga mempertaruhkan posisinya di grupnya sendiri.



Hanya di Super Junior ada Yesung yang bisa membuat orang menangis saat ia bernyanyi.



Hanya di Super Junior ada Kangin yang menganggap dirinya pria tertampan di Korea.



Hanya di Super Junior ada Shindong yang selalu merendahkan dirinya padahal kemampuan lebih hebat dari yang lain.



Hanya di Super Junior ada Sungmin yang mengerti dan tahu banyak tentang fashion.



Hanya di Super Junior ada Eunhyuk yang menyukai pisang.



Hanya di Super Junior ada Donghae yang selalu disebut pangeran ikan.



Hanya di Super Junior ada Siwon yang rela memisahkan diri dari kekayaannya hanya untuk bergabung dengan grup yang menghibur ELF.



Hanya di Super Junior ada Ryeowook yang pandai memasak.



Hanya di Super Junior ada Kibum yang mempunyai IQ tinggi dan sangat multitalent.



Hanya di Super Junior ada Kyuhyun yang pernah menjuarai piala emas karna berhasil menaklukan soal olimpiade matematika




Hanya Super Junior yang rela konser setiap hari untuk para fansnya.
Hanya Super Junior yang rela sujud di depan semua ELF.
Hanya Super Junior yang menganggap fansnya itu teman selamanya.
Hanya Super Junior yang menangis saat para fansnya menyanyikan lagu Marry U.
Hanya Super Junior yang kuat bertahan saat satu persatu dari membernya pergi.
Hanya Super Junior yang mempunyai lagu “Shinning Star”
Hanya Super Junior yang mempunyai malaikat dan evil yang hidup rukun.
Hanya Super Junior boyband yang tak bisa di deskripsikan dengan kata-kata tentang kehebatannya.
Hanya Super Junior yang menenangkan fansnya ketika mereka dicurangi GDA tahun lalu.
Hanya Super Junior yang berani menangis di depan semua ELF.

Leeteuk si Malaikat
Heechul si Cinderella
Han Geng si Koki dari china
Yesung si Penakluk suara
Kangin si Pria yang kuat
Shindong si Baik hati
Sungmin si Pengendali air mata
Eunhyuk si Raja tarian
Donghae si Ikan tampan
Siwon si Aktor kebanggaan
Ryeowook si Jahil tanpa pawang
Kibum si Cerdas
Kyuhyun si Tangan game

Tidakkah kalian bangga bisa memiliki mereka? Tiga belas laki-laki berwajah pangeran yang siap mempertaruhkan apapun untuk kebahagiaan fansnya. Adakah idola yang  berani berkorban tidak tidur selama 3 hari 3 malam hanya untuk fans? Adakah idola yang dengan senang hati sujud pada fans? Adakah boyband lain yang mampu menyulap dunia menjadi lautan biru safir saat mereka datang? Hanya Super Junior. Hanya mereka yang mampu melakukan itu semua. Karna apa? Karna tekad mereka sudah terlalu dalam terpatri dalam hati untuk membahagiakan ELF.


Cinta itu rumit. Cinta itu susah. Cinta itu terkadang tak abadi.
Tapi kata “Everlasting” adalah kata untuk menafsirkan ungkapan waktu yang terbatas. Entah itu besok,lusa,satu tahun ke depan,dan seterusnya. Kita tak tahu batas kata “Everlasting” sampai dimana. Super Junior menamai fansnya dengan “Everlasting Friend” dan itu artinya kita semua akan menjadi temannya sampai waktu yang terbatas.


Kematian?
Semua orang tak bisa menampik akan datangnya kematian. Namun percayalah jika nanti .. Entah kapan.. kita akan bertemu dengan Super Junior. Kita akan tertawa dan menangis bersama mereka. Kita akan membawa lighstik biru safir membelah dunia. Leeteuk akan berada di depan dan memimpin kita semua. Ia akan menangis bahagia dan mengikrarkan kata yang sangat berharga.

“WE ARE EVERLASTING FRIEND”

Entah kapan waktu itu akan datang. Mulai sekarang berdoa dan bermimpilah bersama-sama. Kita bisa bersatu dan berusaha bersama mewujudkan itu semua. Karna kita “EVERLASTING FRIEND”.

See You the next note :)


Super Junior - Twins (Knock out)


Super Junior - Dont Don


Super Junior - Sorry Sorry




Super Junior - Bonamana


 
Super Junior - Mr.Simple


 
EverLasting Friend

See you the next note

[Fanfiction] We Got Married




Eunsoo adalah gadis yang paling berharga dalam hidupku setelah ibu. Kesempurnaan memang hanya milik Tuhan tapi Eunsoo nyaris sempurna untuk ukuran seorang manusia yang dikirimkan Tuhan untukku. - Eunhyuk-

Kenapa aku mencintainya? Mungkin karna dia bernama LEE HYUKJAE !! Dia adalah laki-laki sempurna yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersamaku. -Eunsoo-


~~~

“Kau tahu jika aku menyukai senyummu? Itu membuatku.. err.. sedikit merasa..”
 “CUT !!” Teriak seorang gadis yang baru saja beranjak dari tempat duduknya. Semua awak kamera mematikan jalur rekam yang sedang mereka gunakan dan memandang ke arah gadis yang menjadi sutradara itu.

Namanya Lee Eunsoo. Ia adalah gadis yang menghentikan aktifikas syuting tadi. Menjadi seorang sutradara memang impiannya sejak kecil. Berkat kegigihannya dalam mewujudkan impiannya akhirnya ia diangkat oleh stasiun televisi korea untuk menjadi sutradara. Gadis itu dipercayakan untuk memimpin syuting acara reality show ‘We Got Married’ yang sering diikuti oleh kalangan artis papan atas. Dan sekarang ia sedang memimpin syuting WGM untuk pasangan Super Junior Lee Hyukjae dengan seorang gadis bernama Lee Sena.
Eunsoo meraih botol air mineral yang ada di dekatnya. Gadis itu meneguk cepat minumannya hingga tak bersisa lagi. Sudah hampir empat botol air yang ia habiskan selama syuting berlangsung. Selanjutnya ia mendengus kesal dan menghempaskan tubuhnya ke kursi yang dari tadi menampung badannya.
“Buruk !!” Desisnya pelan sambil menahan amarah yang membuncah saat ini. Gadis itu mendongak dan menatap kesal ke arah Eunhyuk.
“Harus berapa kali lagi aku mengajarimu cara mengungkapkan perasaan Lee Hyukjae” Ucapnya geram dengan tatapan garang yang tiba-tiba tercipta di sepasang matanya.
“Kau tahu sudah 23 kali aku memotong alur scene ini hanya untuk mengajarimu. Tapi kenapa kau masih saja kelihatan seperti orang gagu hah?!” Eunsoo menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan putihnya. Kepalanya terasa pusing saat ini. Ia benar-benar sudah naik darah menangani laki-laki yang sekarang menjadi aktor di acara WGMnya. Lelah,pusing,kecewa menyapa fikiran kalutnya sekarang.
“Syuting dilanjutkan besok. Sekarang semuanya bubar” Hardiknya nyaring kemudian meraih tas selempangnya dan beranjak pergi dari sana.
Semua kru merapikan peralatan yang digunakan untuk syuting tadi. Sebagian dari mereka bahkan ada yang menggerutu kesal. Syuting yang dijalankan sejak pagi hari hingga hampir tengah malam seperti ini sama sekali tak membuahkan hasil yang baik. Semua scene divonis gagal dan berantakan.
Eunhyuk mengeluarkan sebuah ponsel putih dari dalam tasnya. Laki-laki itu nampak memencet beberapa nomor kemudian menempelkan benda putih itu ke salah satu telinganya.
“Yeoboseyo” Sapa suara seorang laki-laki di ujung telpon
“Hyung bisakah kau menjemputku?” Tanya Eunhyuk pelan
“Kau dimana?”
“Di Seoul park. Cepatlah !! Aku sudah sangat mengantuk”
“Ne,,,Baiklah. Changkkaman”
Eunhyuk mematikan sambungan telponnya dan memasukka ponsel itu lagi ke dalam tasnya. Hari ini ia merasa sangat lelah. Menerima tawaran untuk syuting WGM merupakan pilihan yang salah menurutnya. Syuting berjalan dengan sangat membosankan dan melelahkan, ini sangat berlawanan dengan pendapat beberapa teman aktornya yang mengatakan jika syuting itu sangat menyenangkan.
“Oppa~ Kau belum pulang?” Tanya Sena yang menjadi pasangan WGM Euhyuk sambil berjalan mendekatinya dan membuat laki-laki itu menoleh.
“Aku sudah menelpon Teukie hyung untuk menjemputku” Jawab Eunhyuk sekenanya lalu mengalihkan pandangannya.
“Benarkah? Ehm,, bagaimana perasaanmu saat syuting berlangsung?”
“Memangnya kenapa?”
“Aku fikir kau merasakan suatu perasaan yang agak aneh. Menurut pengalaman temanku yang pernah mengikuti WGM,perasaan itu muncul saat syuting. Apa kau tak merasakannya,hm~?”
“Temanku juga mengatakan jika syuting sangatlah menyenangkan padahal menurutku itu salah satu hal yang sangat membosankan dalam hidupku”
“Bukankah ini pengalaman syuting pertamamu?”
“Dan aku takkan mencobanya lagi nanti”
Sena tak lagi mengoceh dan bertanya-tanya pada Eunhyuk. Ia hanya diam menunduk sampai tak berapa lama kemudian sebuah mobil tampak berhenti di depan taman. Leeteuk keluar dari mobil dan melambai ke arah Eunhyuk. Laki-laki yang dilambai hanya tersenyum pelan kemudian berdiri dan melangkah meninggalkan Sena.
“Oppa~” Panggil Sena saat Eunhyuk meninggalkannya. Eunhyuk pun berbalik dan menatap tajam ke arah Sena.
“Gomawo untuk hari ini” sambung Sena dan hanya dibalas senyuman oleh Eunhyuk. Laki-laki itu melenggangkan kakinya lagi untuk menghampiri Leeteuk dan pulang ke dorm.
v
v

“Huwaa.. Aku lelah sekali” Eunhyuk menghempaskan tubuhnya ke sofa putih yang ada di dalam kamarnya. Syuting hari ini benar-benar menguras tenaga dan fikirannya.
“Bagaimana syutingmu hari ini hyung?” Tanya Ryeowook yang terlihat memasuki kamar Eunhyuk dengan sebuah nampan berisi makanan yang dipegang oleh sepasang tangannya.
“Jangan tanyakan soal itu. Aku tak ingin membahasnya” Jawab Eunhyuk kesal dengan keadaan antara sadar dan tidak.
“Baiklah.. Aku sudah mengantuk hyung. Tadi Leeteuk hyung membangunkanku secara paksa hanya untu mengantar makanan ini. Padahal aku juga lelah sekali” Gerutu Ryewook kesal. Laki-laki itu berbalik dan melangkah keluar. Membiarkan Eunhyuk yang sebenarnya sudah terhanyut dalam tidurnya dan tak mendengar apapun yang dibicarakan oleh magnae imut Super Junior tersebut.

***

Kriingg..
Lengkingan suara jam beker tardengar memenuhi ruangan kamar milik Eunsoo. Gadis itu menggeliat pelan dan meraba-raba meja lampu yang terletak di samping ranjangnya. Ia menekan tombol ‘off’ pada jam beker tersebut dan menguap beberapa kali. Melepaskan rasa lelah yang membebani tubuhnya sejak tadi malam. Sepasang mata Eunsoo mengerjap pelan dan mulai terbuka perlahan. Rasa kantuk masih dirasakannya saat ini namun ia tak ingin jika syuting yang dijadwalkan hari ini lebih hancur dari hari kemarin.

Ddrrtt.. Ponsel Eunsoo bergetar pelan di samping jam beker miliknya. Gadis itu meraih benda persegi itu dengan malas dan menempelkannya di salah satu telinganya.
“Yeoboseyo” Sapa Eunsoo dengan mata yang masih membuka-menutup
“Yakk !! Neo eodiya” Pekik suara Hyeri temannya di ujung sambungan telepon
“Bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu. Kau bisa membuatku tuli”
“Baiklah.. sekarang aku tak ingin berbasa-basi. Cepat ke lokasi syuting”
“Hei kau fikir kau itu siapa sesuka hati menyuruhku”
“Ayolah Park Eunsoo !! Manager Jung akan datang beberapa menit lagi. Kau tidak mau kemalasanmu itu diketahui,bukan?”
“Mwo?? Jangan menipuku. Ini baru jam__”
“Jam 9 dan seharusnya syuting sudah berjalan setengah jam yang lalu”
“Tapi aku__”
Sambungan telepon diputus sepihak oleh Hyeri. Eunsoo menatap ponselnya dengan tatapan gusar. Ia membanting benda itu ke atas ranjangnya sebelum gadis itu juga ikut menghempaskan tubuh lelahnya.

‘Aku bahkan belum sarapan’ Gerutu Eunsoo dalam hati
v
v

“Aku pernah berfikir  jika kita akan menikah denganmu dan kita mempunyai sepasang anak kembar”
“Benarkan? Kenapa kau menginginkan anak kembar?”
“Karna.. Err.. Mungkin itu sesuatu yang lucu”
“CUT !!” Teriak Eunsoo lantang. Ia menghela nafas panjang di kursi santainya. Sesaat kemudian gadis itu berdiri dan berjalan menghampiri Eunhyuk dan Sena.
“Sampai kapan kau harus kaku seperti robot Lee Hyukjae?” Eunsoo berkata dengan nada memprotes.
“Aku tidak bisa scene ini. Kau tahu,skripnya terlalu panjang dan aku tak sanggup menghapalnya hanya dalam waktu beberapa menit” Jawab Eunhyuk ketus
“Sudah ku katakan jangan terpaku dengan skrip. Kau bisa mengembangkannya dengan bahasamu sendiri”
“Tapi aku tak bisa. Aku bukan Leeteuk hyung yang pandai menyusun kata-kata saat berbicara”
“Memangnya berapa nilai IQmu sampai menyusun kata-kata pun kau tak bisa? Paboya !!”
“Mwo?? Kau bilang apa.. Isshh kau ini”
Eunsoo meninggalkan Eunhyuk dan Sena yang memandanginya dengan mata berapi-api. Gadis itu kembali duduk di kursinya dan memerintahkan kru untuk melanjutkan scene berikutnya. Mata bulatnya tak lepas memandang layar kecil yang terpampang tepat di hadapannya. Lagi-lagi Eunhyuk melakukan kesalahan dan membuat Eunsoo semakin gusar. Ia menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi dan mendengus kesal.
“Ayolah Hyuk.. aku yakin kau bisa” Ucap Eunsoo lemah. Ia memang sedang meratapi dirinya yang harus menemui aktor payah seperti Eunyuk.
“Bagaimana jika kau yang menggantikan Sena? Setidaknya kau bisa menegurku dengan isyarat jika aku melakukan kesalahan” Usul Eunhyuk dan sukses membuat Eunsoo melotot tajam ke arahnya.

Eunhyuk POV

“Bagaimana jika kau yang menggantikan Sena? Setidaknya kau bisa menegurku dengan isyarat jika aku melakukan kesalahan” Usulku dan beberapa saat kemudian ku lihat Eunsoo melotot tajam ke arahku. Apa ada yang salah dengan kata-kataku? Sepertinya tidak !!
“Oppa,, ini WGM kita. Mana mungkin kau bisa mengganti pemain semudah itu” Protes Sena yang sedang berdiri di sampingku. Ck wanita ini memang memperkeruh keadaan saja !! Apa dia tak mengerti jika aku seperti itu karna aku ingin dekat dengan Eunsoo? Ah~ aku lupa!! Sena kan belum ku beritahu jika aku menyukai Eunsoo.
Kau percaya cinta pada pandangan pertama? Mungkin itu yang terjadi padaku sekarang. Aku sangat tertarik pada Eunsoo sejak manager hyung mengenalkanku padanya beberapa hari yang lalu. Tubuhnya yang ramping,kakinya yang
panjang,rambut coklatnya,mata bulat dan kulit putih mulus miliknyalah  yang membuatku semakin menggilainya. Hanya saja aku menyayangkan kenapa dia harus menjadi sutradara? Aku lebih senang jika Eunsoo menjadi pasangan WGMku daripada Sena. Kau tahu Sena sepertinya menyukaiku,buktinya dia sering sekali mendekati dan memberi perhatian lebih padaku walaupun sebenarnya aku tak menyukai semua sikapnya. Aku akan lebih bahagia jika Eunsoo yang bersikap seperti Sena.
“Apa maksudmu?” Teriak Eunsoo dari tempat duduknya dan sontak membuatku sadar dari lamunanku.
“Apa kurang jelas? Kau yang menjadi pasanganku” Jawabku sambil berteriak pelan.
“Benar  juga.. kenapa kau tak menjadi pasangannya saja?” Usul make up artis bernama Han Hyeri. Yey !! Dia mendukung rencanaku.
“Mwo?? Yakkk .. Kalian bercanda” Ucap Eunsoo frustasi
“Bagaimana dengan Sena?” Sambungnya lagi. Terlihat sekali jika Eunsoo sekarang sangat pasrah. Haha.. sebentar lagi kau menang Lee Hyukjae !!
“Biar dia dipasangkan dengan yang lain” Ucap salah satu kameramen. Wow,,ternyata banyak yang berpihak padaku !! terimakasih Tuhan !!
Eunsoo menatap Sena dan kulihat gadis itu berjalan menghampiri kami berdua. Sejenak Sena pun menunduk dan mundur beberapa langkah dari posisi awalnya.
“Aku pulang dulu” Kata Sena pelan lalu berbalik. Ia meraih tasnya dan berlari meninggalkan lokasi syuting. Sempat ku lihat ia mendengus kesal sebelum berlari tapi apa perduliku? Semakin ia menjauh dariku semakin besar peluangku untuk berdekatan dengan Eunsoo secara bebas !!
“Baiklah.. sekarang kita mulai syuting” Putus Eunsoo lalu melangkah gontai ke arah tempat duduknya dan mengambil kertas skrip bagian Sena. Ku lihat ia mulai menghapal beberapa kata dan menghampiri aku lagi.
“Kamera on..” Teriaknya dan sukses membuat para kru kelabakan menghidukan kamera. Aku hanya tertawa dalam hati melihat rencanaku berhasil. Haha.. ini memang sesuatu yang pantas ku banggakan !!

Aku tersenyum pada Eunsoo yang sedang berdiri di hadapanku. Sekarang aku menemukan satu fakta yang menurutku itu penting,Eunsoo ternyata tak lebih tinggi dariku. Haha.. Aku fikir kakinya yang sepanjang itu bisa menyeimbangi tinggi badanku tapi ternyata tidak. Aku berani taruhan jika gadis itu lebih pendek 8 cm dariku !!
Kamera terus bergerak di sekitarku. Merekam semua kegiatanku bersama Eunsoo. Huwaa.. aku tak ingin jika hari ini berakhir. Andai saja aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikan semua ini dan membiarkan Eunsoo
menjadi ‘istri’ku. Ayolah.. aku tahu jika takdir tak begitu kejam padaku.
Aku terus menggenggam tangan Eunsoo dan membawanya berjalan-jalan di sekitar  taman. Ini memang sesuai scene,aku dan dia harus berjalan mengelilingi taman dulu kemudian nanti aku yang akan menjadi pembicara pertama. Sebenarnya aku ingin protes kenapa harus aku yang lebih dulu berbicara namun niat itu ku biarkan menguap saat Eunsoo mulai mengeluarkan wajah kesalnya ketika aku menyampaikan protesku itu. Eunsoo memang gadis yang cantik dan menawan tapi kenapa dia begitu menyebalkan ?? Aigooo…

“Aku pernah berfikir  jika aku akan menikah denganmu dan kita mempunyai sepasang anak kembar” Kataku memulai pembicaraan.
“Benarkan? Kenapa kau menginginkan anak kembar?” Jawabnya lembut. Suaranya sangat merdu. Ya Tuhaann .. Andai saja dikehidupan nyata dia bisa selembut ini padaku.
“Karna aku ingin satu bayi yang mirip denganmu dan yang satu lagi mirip denganku. Bukankah itu sangat lucu??” Sahutku lancar. Kata-kata itu keluar begitu saja tanpa ku rencakan dan ku sadari. Aigooo..benar kata Teukie hyung jika kekuatan cinta itu memang luar biasa !!
Sesaat kemudian aku melihat pipi Eunsoo sedikit memerah. Ia tak menjawab sahutanku lagi. Gadis itu menunduk dan memperhatikan gerak-gerik yang tercipta dari sepasang kakinya. Dia tak mungkin menghitung jumlah langkahnya,bukan? Kurang kerjaan sekali !!
Tak terasa kami berdua sampai di sebuah kedai bakso ikan pinggir jalan. Tidak berlebihan jika aku katakan sepanjang perjalanan tadi banyak orang-orang yang menoleh padaku dan Eunsoo. Setidaknya hampir semua diantara mereka memandang sinis kami berdua. Tolong jangan bicarakan soal sasaeng sekarang,aku sedang menikmati kesempatanku untuk dekat dengan Eunsoo. Aku mohon jangan hancurkan rencanaku, jebal~

“Jagiya.. Kau ingin ini?” Tanya Eunsoo padaku sambil menyerahkan setusuk baso ikan. Dia memanggilku apa tadi? Jagiya? Aku berdoa jika ia tak salah bicara.
Aku menyambut tusukan bakso ikan itu dan tersenyum ramah. Ia hanya membalas senyumanku dan kembali melihat-lihat makanan yang ada di kedai itu. Entah kenapa aku merasa jika dia semakin terlihat cantik saat mengembangkan senyumnya tadi. Begitu manis dan menawan. Jika aku bukan pengendali akal sehat yang baik mungkin sudah sejak tadi aku menjadi orang gila. Sekarang pun harus ku akui jika aku menggilainya. Aku tergila-gila pada seorang gadis bernama Park Eunsoo !!
“Jagiya.. Kenapa kau tak memakan makananmu?” Tanyanya dengan mulut penuh dan sukses membuatku sadar dari lamunan yang ku jelajahi sejak tadi. Aku hanya sedikit tersenyum padanya dan mengelus pelan sebelah pipinya. Aku tak perduli apa yang ingin ia lakukan setelah syuting berakhir. Yang jelas untuk saat ini aku bebas bersamanya.
Eunsoo menggenbungkan pipinya sedikit. Tampak sekali jika kilasan warna merah itu kembali mewarnai pipi putihnya. Ya tuhaann.. Andai saja WGM ini bisa ku ubah menjadi kenyataan.

“Eunsoo” Panggilku lembut. Gadis itu menoleh pelan padaku seakan meminta penjelasan kenapa aku tadi menyebut namanya.
“Aku mencintaimu” Lirihku dan sukses membuat Eunsoo terlonjak kaget. Perlu waktu yang cukup lama untuk membiarkan ia tertunduk seusai mendengar lirihanku tadi. Jangan bilang jika aku kembali salah menghapal skrip !! Aku ingat jika scene ini aku harus mengungkapkan perasaanku saat ia sedang asyik dengan makanannya.
v
v

Ku lihat Eunsoo menghempaskan tubuhnya ke kursi yang menjadi tempat duduknya selama menjadi sutradara. Sedikit ku lihat cahaya mengkilap akibat peluh yang tercipta di dahi mulusnya. Cuaca hari ini memang sangat panas dan seharusnya semua orang libur untuk menyambut musim gugur.
“Kau lelah?” Tanyaku seraya menghampirinya yang sedang memijat-mijat dahinya pelan.
“Ternyata menjadi sutradara itu lebih menyenangkan daripada menjadi aktor dan aktris” Jawabnya sambil menoleh ke arahku.
“Jika kau menjadi sutradara,kau hanya perlu mempersiapkan suaramu untuk berteriak”
“Hm~”
“Bagaimana aktingku tadi? Bagus atau tidak?”
“Aku heran. Kenapa saat bersama Sena kau tak bisa akting sebagus yang tadi?”
“Itu karna aku menikmatinya. Bersama Sena membuat aku tertekan bahkan saat aku baru saja melihat wajahnya”
Eunsoo tertawa mendengar ucapanku. Menurutku itu tidak lucu,aku memang mengatakan yang sejujurnya. Saat aku bersama Sena, aku merasa seperti menghadapi seorang vampire yang akan menghisap darahku. Dan saat aku syuting bersamanya tadi aku merasa jika aku nyaman dan tenang. Tentu saja begitu,aku yakin jika cintaku padanya yang membuatku bisa senyaman ini.

Mona POV

Eunsoo menyesap teh hangat yang sekarang menemaninya di kamar. Guyuran air hujan bergiliran jatuh dari langit menambah keindahan yang dilihatnya malam ini. Hari ini merupakan salah satu hari yang indah bagi gadis bermata coklat tersebut. Untuk pertamakalinya ia mencoba untuk akting di depan kamera setelah sebelumnya hanya bisa meneriaki pemain yang melakukan kesalahan. Sedikit rasa bangga menghiasi hatinya dan mampu mengukir sebuah lengkungan indah yang diciptakan oleh bibir tipis Eunsoo. Membawanya ke sebuah khayalan yang sangat indah. Taman luas bertabur bunga impian dan pohon harapan tampak menyapu penglihatannya sekarang. Sebuah senyuman manis milik seorang laki-laki bermata sipit dan bergusi lebar timbul dalam fikiran bahagianya. Mensugestikan gadis itu untuk tersenyum kembali ketika ingatan tentang laki-laki itu semakin melekat di otaknya.
‘Konyol’ Ungkap Eunsoo dalam hati. Gadis itu bergerak melangkah ke arah ranjang bernuansa ungu miliknya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.
Malam semakin larut dan membuat mata Eunsoo semakin berat. Ia diserang kantuk yang teramat sangat setelah beberapa menit berbaring di ranjangnya. Hujan di luar terdengar semakin deras. Sesekali kilatan petir terlihat menembus kaca transparan jendela kamar Eunsoo. Gadis itu menutup sepasang matanya dan mulai terjun ke dunia mimpi. Nafas yang keluar hidungnya terdengar begitu tenang dan damai. Untaian petir yang berbunyi nyaring seakan tak menjadi halangan untuknya bermimpi jauh. Sebaliknya,bunyi nyaring itu terasa seperti penghias bagi mimpi indahnya malam ini.

***

Eunhyuk melahap sepotong roti panggang yang terhidang di atas piring makannya. Sekarang ia memang sedang menikmati sarapan bersama anggota Super Junior yang lainnya kecuali Shindong yang ternyata belum bangun dari tidurnya.
“Bagaimana syutingmu kemarin Hyuk? Ada masalah lagi?” Tanya Leeteuk seraya mengoles selain coklat di rotinya. Eunhyuk hanya menggeleng lalu kembali menggigit roti untuk ke sekian kalinya.
“Eunsoo begitu cantik” Ungkapan kata-kata itu meluncur mulut dari belahan bibir tipis Eunhyuk. Sesaat kemudian Leeteuk dan member lain yang ikut sarapan bersamanya melongo.
“Eunsoo? Nuguya?” Tanya Donghae bingung.
“Sutradara yang mendadak menjadi pasangan WGMku” Jawab Eunhyuk cengengesan
“Mwo?? Bagaimana ceritanya dia bisa menjadi pasanganmu? Bukankah ‘istri’ WGMmu itu Sena?” Yesung juga ikut bertanya.
“Tidak ada pasangan Eunhyuk dan Sena. Yang ada hanya Eunhyuk dan Eunsoo. Di depan kamera atau pun di kehidupan nyata” Cibir Eunhyuk dan beranjak dari kursinya. Ia meraih kunci mobilnya dan melangkah keluar.
“Jangan katakan jika dia mulai stress karna jadwal syutingnya” Ucap Leeteuk dengan sejuta pertanyaan yang masih mengganjal di otaknya.
“Mungkin dia memang sedang jatuh cinta” Yesung juga ikut berkata sambil tetap memfokuskan pandangannya pada gerak gerik Eunhyuk.
“Sooman sajangnim tak boleh mengetahui ini” Timpal Donghae.
Member Super Junior yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Leeteuk,Yesung,dan Donghae yang masih memasang ekspresi melongo setelah mendengar ucapan Eunhyuk. Mereka terlalu berlebihan !!
“Sepertinya kalian bertiga harus dibawa ke psikiater. Aku tak ingin jika orang-orang penting di Super Junior akan terus menerus melongo seperti itu” Gurau Kyuhyun dengan semangat dan mampu menciptakan beberapa jitakan kecil hinggap di kepalanya.
v
v

“Tadi manager Jung menyuruhmu menemuinya di kafe dekat Seoul park” Ucap Hyeri pada Eunsoo yang sedang asyik membaca skrip. Gadis itu hanya berdehem pelan kemudian melanjutkan bacaannya.
“Ku fikir dia sudah tahu jika kau menggantikan Sena tanpa memberitahunya kemarin” Sambung Hyeri. Eunsoo menghentikan kegiatan membaca skrip dan menoleh ke arah Hyeri yang berdiri di sampingnya.
“Kenapa kau memandangku seperti itu” Tanya Hyeri
“Apa maksudmu?”
“Tadi manager Jung datang bersama Sena dan langsung mencarimu. Aku fikir gadis itu yang melaporkan jika kau menggantikannya. Sena tidak mungkin diam saja melihat kau dengan mudah menerima usul Eunhyuk. Kau tahu jika dia sangat menyukai Eunhyu,bukan?”
“Aku tak mungkin memaksa Eunhyuk untuk tetap menjadi pasangan Sena. Kau lihat sendiri kan seperti apa perbedaan syuting kemarin?”
“Ne,, Aku lihat kalian berdua bisa menyelesaikan scene hanya dalam waktu dua jam. Itu waktu yang sangat cepat menurutku”
Seorang pria jangkung nampak melangkah ke arah Hyeri dan Eunsoo. Ia menyunggingkan senyuman manis di bibirnya begitu sampai di tempat Eunsoo berada.
“Apa syuting akan dimulai sekarang?” Tanyanya riang.
“Kau tampak bersemangat sekali Hyuk~ssi” Respon Hyeri cepat sebelum Eunsoo menjawab pertanyaan Eunhyuk tadi.
“Bukankah kita memang harus selalu semangat agar syutingnya lancar?” Eunhyuk memasang wajah polosnya dan membuat Eunsoo mual seketika.
“Aigoo.. sejak kapan kau pandai merangkai kata-kata. Kau salah minum obat?” Ketus Eunsoo dan berhasil membuat Eunhyuk terbahak-bahak.
“Sudahlah.. Aku ke ruangan make up dulu chaggiya~” Seru Eunhyuk disambut pelototan mata dari Eunsoo.
“Ku rasa dia sangat aneh padamu” Bisik Hyeri di telinga Eunsoo seraya memperhatikan Eunyuk yang melenggang pergi ke ruang make up.
“Apa maksudmu?”
“Kau lihat jika tatapan matanya begitu berbeda saat memandangmu,hm~?”
“Aku benar-benar tak mengerti”
“Kau tak curiga jika dia menyukaimu?”
Seketika jantung Eunsoo berdebar kencang. Darahnya berdesir cukup cepat di dalam pembuluh darah tubuhnya. Membawa sebuah rangsangan kata yang di ucapkan Hyeri menuju otak untuk di proses. Eunsoo menetralisir laju detakan jantungnya sebelum akhirnya gadis itu beranjak dari tempat duduknya.
“Hei kau mau kemana?” Teriak Hyeri saat sadar jika Eunsoo beranjak meninggalkannya.
“Sebentar lagi syuting dimulai” Jawab Eunsoo setelah dirinya berbalik
“Kau tak ke ruang make up dulu?”
“Aku sudah terlalu cantik tanpa make up. Jadi aku rasa tidak perlu ke ruang make up lagi”
“Mwo?? Kau membuatku mual”
Eunsoo tertawa lepas saat mendengar ucapan Hyeri barusan. Ia kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju kru yang sejak tadi mempersiapkan alat untuk syuting.
v
v

“Kau sangat cantik hari ini chaggiya~” Kata Eunhyuk sambil menggenggam erat telapak tangan Eunsoo.
“Benarkah? Kau juga sangat tampan” Balas Eunsoo ramah.
“Aku beruntung mempunyai istri sepertimu. Saranghae”
“CUT !!” Teriak seorang gadis sambil berlari kencang ke arah Eunsoo dan membuat semua kru menoleh ke arahnya.
“Hyeri..” Kata Eunsoo lalu melepaskan genggaman Eunhyuk dari tangannya.
“Mengganggu saja” Ucap Eunhyuk kesal.
“Kau dan Eunhyuk disuruh menemui manager Jung sekarang di kafe yang kuberitahu tadi” Ucap Hyeri dengan nada terengah-engah.
“Tapi syuting belum selesai” Protes Eunhyuk.
“Tadi manager Jung menelponku dan ingin bertemu dengan kalian sekarang. Sebaiknya kalian cepat ke sana”
Eunhyuk dan Eunsoo saling memandang satu sama lain. Sesaat kemudian Eunsoo mengangkat kedua bahunya dan segera melangkah keluar lokasi syuting. Eunhyuk hanya bisa mendengus pelan kemudian mengikuti langkah Eunsoo. Suasana mendadak terasa membosankan bagi laki-laki berumur 26 tahun tersebut. Kegiatan syuting yang menjadi jalan baginya untuk berdekatan dengan Eunsoo harus ditunda karna hal yang menurutnya sangat tidak penting.

'Menyebalkan !!' Runtuk Eunhyuk pada dirinya sendiri.
v
v

Manager Jung menatap dua manusia yang sekarang duduk di hadapannya. Eunhyuk dan Eunsoo hanya bisa menunduk tanpa berani bicara apa-apa. Tanpa di duga ternyata Sena juga berada di sana. Gadis itu tersenyum sinis saat melihat Eunhyuk dan Eunsoo tiba di kafe. Suasana terlihat canggung dan kaku. Hanya sesekali terdengar manager Jung menghela nafas panjang dan mendengus kesal.
“Jadi benar jika kalian berdua berani mengganti posisi Sena tanpa memberitahuku?” Tanya manager Jung dan sontak membuat Eunsoo sedikit terlonjak.
“Maafkan kami” Ucap Eunsoo pelan dan hampir tak terdengar.

BRAK
Meja digebrak kasar oleh manager Jung. Semua pengunjung kafe serentak menoleh ke arahnya dan memandang heran. Beberapa diantara mereka hanya diam dan melanjutkan makan tanpa memperdulikan apa yang terjadi selanjutnya. Kilatan api kemarahan terlihat sekali sedang berkobar di sepasang mata bulat milik laki-laki paruh baya tersebut. Beberapa saat kemudian ia kembali duduk di kursinya dan tersenyum manis.
“Kenapa kalian tak memberitahuku lebih awal? Padahal aku juga merencakan untuk memasangkan kalian berdua” Bisik manager Jung sambil terkekeh pelan.
Eunsoo mendongak dan memandang manager Jung yang masih tersenyum cengengesan. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Manager Jung mengizinkan mereka menjadi pasangan acaranya semudah itu? Benar-benar tidak masuk akal !!
“Maksud manager apa?” Tanya Eunhyuk yang juga sedang kebingungan
“Aku sudah beberapa kali melihat aktingmu dengan Sena. Itu membuatku prihatin Hyuk..Kau benar-benar payah !!” Jelas Manager Jung dan kali ini membuat Sena yang terlonjak.
“Maka dari itu aku berencana ingin memasangkan kau dengan Eunsoo saja. Kau bisa bayangkan bagaimana jika seorang sutradara WGM juga ikut andil memainkan peran yang biasa disutradarainya. Apalagi kau termasuk artis papan atas Hyuk. Jika kau dengan Eunsoo dipasangkan maka aku yakin rating reality show WGM akan naik dalam sekejap. Ini kejadian langka,apa kalian tak mengerti?” Sambung manager Jung.
“Jadi kau menyetujui keputusan mereka ini?” Tanya Sena tak percaya
“Tentu saja. Setidaknya Eunsoo bisa menjadi daya tarik bagi acaranya” Jawab manager Jung mantap.
Sena mendengus kesal kemudian meraih tasnya dan beranjak pergi dari meja yang sejak tadi menjadi saksi bisu keheningan mereka berempat sebelum pada akhirnya ia mendengar keputusan manager Jung yang membuat hatinya panas.Eunhyuk hanya tertawa melihat tingkah Sena yang terlalu kekanak-kanakan menurutnya. Ia menoleh pada Eunsoo dan tersenyum manis. Semburat merah muda timbul perlahan di pipi milik Eunsoo. Gadis itu hanya menunduk menahan wajahnya yang semakin memanas terlebih saat Eunhyuk menatapnya lekat.
“Kenapa kau memandangku seperti itu?” Tanya Eunsoo dengan ekspresi yang masih menunjukka jika ia tersipu malu.
“Wajahmu sangat cantik istriku” Goda Eunhyuk seraya memberi sedikit penekanan saat ia mengucapkan kata ‘istri’ tadi.
Pipi Eunsoo kembali memerah. Gadis itu benar-benar tak berani membalas tatapan Eunhyuk saat ini.

***

Eunsoo menelan kepingan kripik untuk yang ke sekian kalinya. Beberapa hari ini syuting diliburkan setelah pertemuannya dengan manager Jung beberapa hari yang lalu. Manager Jung mengatakan bahwa ia ingin memberitahukan publik jika ada pembatalan pasangan Eunhyuk-Sena di WGM. Mungkin bagi Eunsoo itu suatu hal yang sangat menakutkan. Ia masih belum siap dikejar sasaeng Eunhyuk yang mungkin bisa menggantungnya atau bahkan mengeroyoknya bersama dengan kelompok sasaeng yang lain.
Segala macam kemungkinan buruk menggerayangi fikiran Eunsoo saat ini. Dengusan nafas kesal beberapa kali berhembus keluar dari hidungnya. Kenapa saat Eunhyuk memintanya untuk menggantikan Sena gadis itu tak bisa menolak? Bahkan saat itu Eunsoo merasa sangat bahagia. Ia merasa nyaman saat dirinya berada di samping laki-laki yang sekarang menjadi ‘pasangan’ hidupnya di depan kamera. Jantungnya seakan berdegup lebih cepat saat Eunhyuk menggenggam tangannya,tersenyum padanya,dan mengucapkan kata-kata cinta untuknya. Semua itu membuat Eunsoo merasa terbuai dan terbang ke awan.
Semuanya berbeda seperti awal Eunsoo dikenalkan pada Eunhyuk dan Sena beberapa minggu yang lalu oleh manager Jung. Kesan pertama yang didapatnya dari laki-laki itu hanya sifat yang tidak jelas. Eunhyuk suka tersenyum dan tertawa tanpa sebab yang jelas dan nyata. Eunsoo bahkan sempat menyangka jika Eunhyuk stress karna jadwal kegiatannya yang begitu padat.

Ting Tong…
Bel apartemen Eunsoo terdengar berbunyi. Gadis itu beranjak malas dari sofa yang ia duduki sejak tadi kemudian melangkah ke arah pintu depan. Seusai pintu dibuka Eunsoo terperangah,di depannya berdiri seorang laki-laki dengan senyum sumringah sambil membawa sebuah benda berbentuk persegi yang diikat dengan pita berwarna pink.

“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Eunsoo ketus. Laki-laki itu tak menjawab dan langsung menerobos masuk ke apartemen Eunsoo.
“Apartemenmu besar sekali” kata-kata itu menjadi komentar pertama yang keluar dari mulut laki-laki bergusi lebar tersebut.
“Sekarang jawab pertanyaanku Hyuk~ssi. Untuk apa kau ke sini?” Eunsoo bertanya dengan nada yang dibuat-buat agar terkesan lebih ketus dari yang tadi.
“Sudah sewajarnya bukan seorang suami mengujungi istrinya?” Eunhyuk tersenyum nakal.
“Kau bilang apa? Yakk,, berhentilah kau bermimpi menjadi suamiku” Jawab Eunsoo gusar.
Eunhyuk hanya tertawa lepas melihat Eunsoo yang berkata gusar padanya. Sepertinya rencananya untuk menggoda Eunsoo terlihat membuahkan hasil postif dan menyenangkan. Ia meletakkan benda persegi yang ada di tangannya tersebut di depan meja ruang tamu apartemen Eunsoo.
“Ya sudah.. Aku mau pergi dulu. Besok aku harus menemani manager Jung mengikuti konfrensi pers tentang WGM kita. Aigoo.. itu pasti sangat membosankan !!” Keluh Eunhyuk
“Kau tidak ingin ku buatkan minum dulu?” Tawar Eunsoo saat melihat Eunhyuk yang bersiap melangkah keluar
“Aku tidak tertarik dengan minuman. Bagaimana jika kau menawariku jatah ranjang. Itu terdengar sangat menyenangkan”
“Yakk !! Lee Hyukjae !!!”

Eunhyuk POV

“Kami mendengar jika kau dan Eunsoo itu benar-benar berpacaran. Apa itu benar Hyuk~ssi?” Tanya salah seorang wartawan yang berada di hadapanku.
Aku hanya mengembangkan senyuman terbaikku. Pertanyaan itu membuatku serasa ingin meloncat sekarang juga. Aku sangat bahagia jika ada orang yang mengabarkan berita bahwa Eunsoo memang berpacaran denganku. Ini suatu peningkatan untuk kedekatanku dengan Eunsoo. Hei apa salahnya jika ku coba?
“Hyuk~sii..”
“Ya.. Aku dan Eunsoo memang berpacaran. Aku jatuh cinta dengannya saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Eunsoo merupakan hal yang paling indah dalam hidupku. Dia yang membuatku tersenyum saat aku merasa bosan dengan aktivitas syutingku” Jawabku mantap dan sukses membuat semua orang yang ada di sana termasuk manager Jung ternganga seusai mendengar jawabanku.
“Baiklah aku rasa konfrensi pers hari ini cukup” Kata manager Jung sambil menarik paksa tanganku untuk menyuruhku berdiri. Aku pun berdiri dan membungkukan badanku bersama manager Jung dan berjalan keluar ruangan.
v
v

“Kau gila !!” Kata manager Jung saat di dalam mobil. Aku hanya menoleh heran padanya. Dia mengatakan apa tadi? Aku gila??
“Waeyo?” Tanyaku heran
“Kenapa kau mengaku memang berpacaran dengan Eunsoo? Kau tahu jika Eunsoo itu gadis yang sensitif?”
“Aku tahu. Selain sensitife,dia juga pemarah dan sangat menyebalkan”
“Lalu kenapa kau membuat masalah dengannya?”
“Masalah? Aku tidak mengerti”
“Aigoo.. Lee Hyukjae !! Sejak kapan kau menjadi bodoh kembali,heh? Kau fikir pengakuanmu itu bukan masalah baginya?”
“Tentu saja tidak. Jika aku mengaku sebagai pacar Eunsoo bukankah itu menjadi daya tarik yang lebih untuk WGMku dengannya?”
“Tapi Eunsoo pasti akan dikejar sasaengmu!!”
“Tenang saja. Eunsoo akan aman bersamaku. Sudahlah.. jangan terlalu berlebihan”
Manager Jung tak menyahut lagi. Ku lihat ia kembali memfokuskan fikirannya pada setir di hadapannya sekarang. Mataku memandang keadaan di luar melalui kaca mobil yang sekarang ku tumpangi. Daun dari pohon-pohon di sepanjang jalan nampak berguguran dan memberikan kesan indah terhadap pemandangan yang sekarang ku lihat. Aku hampir lupa jika sekarang sudah memasuki akhir musim gugur. Dan sebentar lagi akan mulai awal musim dingin. Aku suka salju !!

***

Seberkas cahaya tipis dari matahari pagi menyapa penglihatanku. Aku menggeliat pelan sambil sesekali menguap pelan. Tak berapa lama cahaya itu redup dan awan menjadi hitam kelam. Ah~ sebentar lagi pasti akan turun hujan.
Ddrrtt.. Ponsel putihku bergetar di lampu meja tidur. Sebuah pesan dari Eunsoo mengisi di layarnya. Ku raih benda persegi tersebut dan membaca isi pesan Eunsoo.

Syuting akan dimulai sebentar lagi. Cepatlah .. 

Sebuah lengkungan yang bernama senyum terbentuk di wajahku tanpa ku sadari sama sekali. Tanpa banyak berfikir,aku pun turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.Guyuran sejuknya air terasa menyapu kulitku. Mematahkan kelelahan yang sempat ku rasa sepulang konfrensi pers kemarin. Memberikan sedikit semangat untukku hari ini. Bayangan senyum Eunsoo dengan ekspresi menggemaskan itu datang lagi. Semakin hari aku merasa semakin mencintainya. Mencintai segala hal yang ada pada gadis sutradara itu. Entah kenapa hatiku saat sangat berharap jika Eunsoo benar-benar jodoh yang diberikan Tuhan untukku.

Mona POV

Eunhyuk keluar dari mobil yang mengantarnya. Ia berjalan ke studio yang hari ini menjadi lokasi syuting WGMnya bersama Eunsoo. Namun tak berapa lama setelah ia masuk ke studio tangannya ditahan oleh seseorang dan sontak Eunhyuk pun berbalik. Eunsoo terlihat berdiri di depan Eunhyuk dengan mata berkaca-kaca. Laki-laki itu hanya memandang heran ke arah Eunsoo. Ia merasa jika ada yang tidak beres hari ini.

PLAK
Tanpa diduga sama sekali Eunsoo menampar sebelah pipi Eunhyuk. Dua bulir air mata meleleh di pipi putih Eunsoo. Matanya masih menatap Eunhyuk yang kelabakan mengusap pipinya setelah ditampar Eunsoo tadi.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Eunhyuk tak mengerti.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan?” Eunsoo berkata dengan suara bergetar. Nafasnya seakan tercekat di tenggorokan saat ini.
“Aku tidak mengerti..”
“Untuk apa kau mengakui aku sebagai pacarmu? Kau bodoh Lee Hyukjae !!”
“Bukankah itu bagus? Dengan begitu acara WGM kita akan menarik”
“Lalu ini ..”
Eunsoo melempar banyak barang pada Eunhyuk. Diantara banyak barang tersebut terdapat sebuah boneka panda yang terlihat sengaja disobek di bagian perut dan diceceri cairan merah pekat bernama darah. Eunhyuk mengambil boneka itu dan memandangnya jijik.
“Kau puas dengan apa yang kau lakukan padaku? Kau senang jika para fansmu mengancamku seperti itu,bukan? Apa kau dendam karna waktu syuting aku sering memarahimu? Jika kau dendam katakan saja !!” Eunsoo berteriak sekuat yang ia bisa di hadapan Eunhyuk. Semua kru yang mempersiapkan alat untuk syuting pun memandang ke arah mereka berdua.
“Aku.. Aku .. Aku benar-benar tidak bermaksud begitu” Bantah Eunhyuk sambil menggeleng pelan.
 Eunsoo tak memperdulikan Eunhyuk lagi. Gadis itu berlari meninggalkan Eunhyuk yang terdiam mematung. Hatinya terlalu sakit untuk bertahan disana. Nafasnya semakin terasa tertahan di tenggorokan. Dadanya seperti ingin meledak saat ini dan menumpahkan segala emosi yang terlalu banyak dipendamnya sejak tadi. Ia tak menyangka jika laki-laki yang selama ini dipercayainya malah membuatnya sakit dan menderita. Eunsoo padahal sudah mulai merasa jika ia menyukai Eunhyuk. Menyukai segala hal tentang laki-laki itu sebelum semuanya menjadi berantakan seperti ini.

***

Eunhyuk berlari ke ruangan manager Jung dan langsung mendobrak pintu ruangan. Seorang laki-laki paruh baya yang ada di dalam sana nampak sedikit terkejut dengan kedatangan Eunhyuk. Tadi pagi Hyeri menelponnya dan mengatakan jika Eunsoo terlihat masuk ke ruangan manager Jung sambil membawa sebuah berkas. Eunhyuk hanya khawatir jika gadis itu mengundurkan diri karna kejadian kemarin.
 “Akhirnya kau datang. Aku ingin menanyakan kenapa Eunsoo tiba-tiba mengundurkan diri?” Tanya manager Jung tak sabar.
Bingo !! Tebakan Eunhyuk ternyata benar. Eunsoo memang mengundurkan diri dari acara reality show WGM. Bukan hanya mengundurkan diri atas peran yang dipegangnya namun ia juga mengundurkan diri sebagai sutradara acara itu. Dan berarti Eunsoo tak mempunyai hubungan apapun lagi dengan acara WGM.
“Sekarang dia ada dimana?” Tanya Eunhyuk risau.
“Ku fikir dia ada di apartemennya. Sekarang lebih baik kau selesaikan masalah kalian berdua. Aku tak ingin acara WGMmu dilanjutkan dalam keadaan kacau seperti ini” Jawab manager Jung frustasi.
Eunhyuk berlari keluar gedung dan segera menuju parkiran. Laki-laki itu memasuki mobil yang dibawanya tadi dan segera memacu mobilnya sangat cepat. Tak perlu waktu lama ia sudah meninggalkan kantor manager Jung dan menuju apartemen Eunsoo.
v
v

Hyeri membolak-balik majalah yang ada ditangannya dan sesekali menghela nafas panjang. Sekarang ini,gadis itu sedang berada di apartemen milik Eunsoo. Eunsoo menelpon Hyeri beberapa menit yang lalu dan menyuruhnya datang ke apartemennya.
“Hyeri~ya..” Panggil Eunsoo pelan
“Waeyo?” Tanya Hyeri tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.
“Aku merindukannya”
“Mwo?? Merindukannya? Siapa?”
“Aku pernah berfikir jika aku mencintainya. Tapi kenapa dia menghancurkan pendapatku itu dengan kejadian kemarin?”
“Hyuk~ssi maksudmu? Aigoo.. kau mencintainya Eunsoo~ya?”
“Setidaknya itu pernah aku fikirkan sebelumnya tapi setelah kejadian itu aku mulai meragukan perasaanku. Ayolah.. ini tidak lucu”
Eunsoo mendengus kesal dan menelungkupkan wajahnya di meja rias. Hyeri hanya menggeleng pelan melihat tingkah Eunsoo. Ia kembali menekuni bacaannya seraya mengamati setiap huruf yang tercetak di majalah.

Ting Tong
Bel apartemen Eunsoo terdengar berbunyi. Mensugestikan Hyeri agar beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu. Seusai membuka pintu Hyeri terlonjak saat melihat sosok Eunhyuk berdiri di depannya. Laki-laki yang baru saja dibicarakannya dengan Eunsoo.
“Dimana Eunsoo?” Eunhyuk berkata dengan nada khawatir seraya berusaha menerobos masuk andai saja tangan Hyeri tak menahannya dan menarik laki-laki jangkung itu keluar.
“Untuk apa kau kesini?” Tanya Hyeri cemas. Gadis itu bahkan lebih mengkhawatirkan apa yang terjadi jika Eunsoo tahu bahwa Eunhyuk berani datang ke apartemennya.
“Aku perlu bicara sesuatu dengannya. Ku dengar dia mengundurkan diri dari acara WGM”
“Aku tahu Hyuk~ssi. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk kau menemuinya. Fikiran Eunsoo masih kacau. Kau tak berencana untuk membuat keributan disini,kan?”
“Tap..Tapi__”
“Aku akan menjelaskan dan membujuk Eunsoo untuk kembali bergabung di acara WGM. Lagipula manager Jung belum menandatangani surat pengunduran diri Eunsoo,jadi kau percayakan saja jika aku bisa menghandle semuanya. Ayolah..”
“Kau yakin bisa melakukannya?”
“Aku lebih tahu siapa Eunsoo. Apapun jawabannya aku akan mengabarimu”
Eunhyuk menghela nafas panjang dan mengangguk pelan. Laki-laki itu berbalik dan mulai melangkah pergi meninggalkan apartemen Eunsoo. Hatinya tiba-tiba terasa sangat nyeri saat ini. Nyeri itu semakin terasa saat senyuman Eunsoo hadir di fikiran kalutnya. Memprihatinkan !!

***

“Ayolah manager. Aku benar-benar tak ingin lagi bekerja sebagai sutradara” Rengek Eunsoo dengan wajah memelas pada manager Jung. Sang manager hanya menggeleng pelan tanpa memperdulikan permintaan Eunsoo.
“Aku akan mengabulkan permintaanmu asalkan kau bisa mengutarakan alasan yang jelas dan masuk akal” Jawab manager Jung mantap dan kembali berkutat pada berkasnya. Eunsoo hanya mendengus kesal kemudian beranjak keluar dari ruangan.
“Eunsoo~ya” Panggil seorang gadis seraya menghampiri Eunsoo.
“Wae?” Tanya Eunsoo malas.
“Semalam Eunhyuk menemuiku” Ucap Hyeri riang sambil menggoda Eunsoo
“Benarkah?? Aku tak tertarik dengan berita yang kau bawa itu. Gomawo” Balas Eunsoo dan semakin mempercepat langkahnya.
“Ishh jinjjayo? Padahal aku ingin mengatakan jika Eunhyuk mengungkapkan perasaannya denganku. Aikhh.. dia benar-benar romantis. Bunga mawar,balon yang berwarna warni,dan coklat putih berbentuk hati membuatku semakin kagum dengannya”
 Eunsoo menghentikan langkahnya dan memandang tajam ke arah Hyeri. Tatapan matanya saat ini seakan menandakan jika ia ingin menelan Hyeri hidup-hidup. Namun Hyeri sama sekali tak memperdulikan tatapan membunuh dari Eunsoo,gadis itu bahkan semakin semangat bercerita layaknya sedang menceritakan drama televisi.
"Jari-jarinya yang lentik dan dingin membuatku gila. Kau tahu,kami berdua bahkan bergenggaman erat. Ia sering tersenyum padaku dan membelai lembut pipiku. Benar-benar roman_”
“Hentikan !!! ceritamu itu semakin membuatku mual” Ucap Eunsoo frustasi.
“Hei,,kau kenapa?” protes Hyeri dan tak dijawab lagi oleh Eunsoo. Gadis itu kembali mempercepat langkahnya dan hampir meninggalkan Hyeri.
“Katakan saja jika kau mencintainya” Goda Hyeri lagi sambil mengerdip nakal ke arah Eunsoo.
“Yakk !! Han Hyeri kau memang sengaja ingin membuatku murka !!!” Teriak Eunsoo garang sambil tetap menjauh dari Hyeri. Hyeri hanya mengeluarkan smirk yang selama ini menjadi andalan di wajahnya.

‘Sebentar lagi kau takkan bisa mengelak Park Eunsoo !!’ Ucap Hyeri dalam hati.
v
v

Eunyuk berulang kali menatap layar ponselnya. Tak ada telfon atau pun pesan dari Hyeri yang masuk,hal itu semakin membuatnya kalut dan risau. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa putih yang ada di dorm seraya berdecak kesal.
“Kau kenapa hyung?” Tanya Ryeowook yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Hyeri tak memberikan kabar apapun” Jawab Eunhyuk kesal
“Aigoo.. sepertinya kau memang sedang jatuh cinta”
“Sudah beribu kali aku mengatakan jika aku memang sedang jatuh cinta. Kenapa kau baru saja menyadarinya?”
“Aku lebih tertarik menyadari resep masakan terbaru daripada kisah asmaramu yang membuatku geli”
“Yakk !! Kau ingin kehilangan kepalamu?”
“Kau bisa menghilangkannya hyung? Aigoo.. hebat sekali. Pasti itu terlihat keren”
Ryeowook meninggalkan Eunhyuk yang masih diselimuti rasa kesal. Ia melangkah keluar dan beberapa saat kemudian ia berlari kembali menghampiri Eunhyuk dengan nafas terengah-engah.
“Hyung.. gawat !! Teukie hyung disandera oleh seorang wanita diluar” Kata Ryeowook. Eunhyuk segera meloncat dan berlari keluar diikuti Ryeowook. Benar saja,seorang wanita bermasker hitam dengan sebuah pistol ditangannya nampak membekap mulut Leeteuk. Semua member suju yang ada di ruangan sana hanya bisa berlutut karna wanita itu menodongkan pistol ke arah mereka.
 
BRAK
Pintu ditutup paksa oleh wanita tersebut. Eunhyuk mencoba mendekati wanita yang sedang membekap mulut Leeteuk. Namun naas baginya wanita itu menyadari kehadiran Eunhyuk dan mengalihkan arah pistolnya ke tempat Eunhyuk berada.
“Berlutut !!” Titahnya tegas dan membuat Eunhyuk berlutut menurut. Ia tak ingin jika peluru dari pistol itu keluar dan menembus kepalanya. Eunhyuk tak ingin meninggalkan Eunsoo sebelum ia berhasil mendapatkan gadis yang sangat dicintainya itu.
Wanita itu mendorong Leeteuk ke sudut ruangan dan membuat pria itu terjungkal. Selanjutnya ia melepas maskernya dan tertawa cengengesan seraya melempar pistol dan maskernya ke sofa.
“Han Hyeri” Kata Eunhyuk saat ia melihat paras gadis yang menyandera Leeteuk dari tadi. Semua yang ada di ruangan melongo ke arah Hyeri yang masih tertawa garing.
“Aigoo.. Kau tampak mengerikan sekali” Komentar Donghae sambil berusaha berdiri.
“Kau membuatku ketakutan dan tegang” Yesung ikut berkicau.
“Bahkan saat kau menodongkan pistol itu aku sudah mulai kehilangan nafas” Sungmin terlihat kesal dengan Hyeri.
“Hei.. berhentilah kesal denganku. Seharusnya kalian memuji kehebatanku dalam berakting tadi” Hyeri menjawab sambil mengerucutkan bibirnya.
“Kau membuat kami semua hampir mati ketakutan dan kau menyuruh kami memujimu? Aigoo” Kali ini si magnae Kyuhyun yang berbicara.
“Kau juga membuat tulang punggungku retak” Seru Leetuk dari jauh sambil mengusap-usap pelan punggungnya. Hyeri hanya kembali tertawa lepas sambil membantu Leeteuk berdiri dan mendudukan pria itu di sofa.
“Ada apa kau kesini?” Tanya Eunhyuk lalu juga ikut duduk di sofa.
“Aku hanya ingin memberitahu tentang Eunsoo” Jawab Hyeri.
Hyeri menceritakan kejadian yang ia alami saat di kantor tadi. Mulai dari cerita-cerita bualannya sampai ekspresi kesal Eunsoo seusai mendengar ceritanya. Ada secercah harapan dalam hati Eunhyuk saat ia tahu jika Eunsoo cemburu dengannya. Mungkin Eunsoo tak mengatakan secara langsung jika ia cemburu namun sikap marah dan kesalnya yang membuatnya yakin jika gadis itu juga mencintainya.
“Lalu apa rencanamu selanjutnya?” Tanya Eunhyuk pada Hyeri. Gadis itu hanya menyuruh Eunhyuk mendekatkan wajahnya lalu Hyeri pun membisikan sesuatu hingga membuat Eunhyuk sedikit menyeringai.

***

Rintikan air hujan terdengar turun dengan derasnya dari langit. Seharusnya ini sudah awal musin salju namun tak satu pun butiran es yang nampak turun menghiasi kaca jendela milik Eunsoo. Gadis itu memutar lagu dari i-pod kecil yang sekarang terletak manis di samping cangkir tehnya. Rentetan nada-nada indah dari suara jernih Kristen Stewart sedikit mebuatnya tenang setelah melalui masa resahnya akibat cerita yang dilontakan oleh Hyeri kemarin.
Ddrrrt.. ddrrtt
Ponsel Eunsoo bergetar hingga membuat gadis itu terkejut. Ia meraih ponsel miliknya dan mengamati layar. Sebuah pesan yang dikirimkan oleh Hyeri menghiasi layar ponsel tersebut. Eunsoo hanya mendengus kesal lalu membukanya.

Aku menunggumu di Seoul park jam 7 malam. Jangan tidak datang atau kau akan kehilangan nyawamu

Seoul park? Eunsoo tersenyum sinis setelah membaca pesan tersebut. Untuk apa Hyeri menyuruhnya datang ke Seoul park? Apakah gadis itu ingin berkencan dengan Eunsoo? Aigoo.. itu tampak mengerikan !
Lagi-lagi ponsel Eunsoo bergetar. Kali ini Hyeri menelponnya. Eunsoo memencet tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke salah satu telinganya seraya menahan tawa yang sebenarnya ingin keluar dari mulutnya.
 “Kau sudah membaca pesanku?” Tanya Hyeri langsung bahkan sebelum Eunsoo menyapanya.
“Ne,,sudah. Kufikir kau ingin mengajakku kencan”
“Ya Tuhaan. Kau memang tidak waras Eunsoo~ya !!”
“Kau fikir aku perduli”
“Yakkk__”
 Tut. Telepon diputus Eunsoo sepihak dan membuat Hyeri yang ada di ujung telepon menggeram dan menatap gusar pada ponselnya.

Oh ya.. Aku lupa. Kau harus memakai gaun malam ini. Dan ingat jangan menganggap ini sebuah ajakan kencan lagi

Sebuah pesan dari Hyeri kembali masuk ke ponsel Eunsoo. Gadis itu terbahak-bahak saat membaca pesan yang kedua ini.

“Dia memang benar-benar mengajakku kencan” Ucap Eunsoo pada dirinya sendiri.
v
v

Eunsoo menghentikan mobilnya tepat di depan Seoul park. Ia keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam taman. Sesampai di dalam Eunsoo terperangah. Sebuah balon besar tampak tergantung di atas sebuah pohon yang ada di dalam taman.

Saranghae Lee Eunsoo

Itulah kalimat sederhana yang tertulis di balon besar tersebut. Sesaat kemudian taman menyala terang. Lampu indah berkelap-kelip membuatnya semakin bingung dengan apa yang terjadi.
 “Kau sangat cantik malam ini” Kata seorang laki-laki yang berdiri di belakang Eunsoo. Eunhyuk berbalik dan kembali terperangah saat melihat Eunhyuk berdiri di hadapannya sekarang.
Jantung Eunsoo kembali berpacu sangat cepat. Darahnya berdesir pelan dan semakin membuat gadis itu dilingkupi rasa yang tak karuan. Eunsoo terjebak dalam perasaan antara senang dan marah. Kakinya bergerak mundur menjauhi Eunhyuk. Sesaat kemudian ekspresi wajah Eunhyuk berubah begitu sadar jika Eunsoo bergerak menjauhinya.
“Kau masih marah padaku?” Tanya Euhyuk pelan. Eunsoo semakin menjauhi Euhyuk. Gadis itu berbalik dan menyeka airmata yang tak diduga jatuh dari sepasang matanya. Eunhyuk berjalan menghampiri Eunsoo dan membalik paksa tubuh mungil gadis itu. Sepasang tangan Eunhyuk merengkuh Eunsoo hingga gadis itu jatuh dalam pelukan hangatnya. Eunsoo terus saja mengeluarkan airmatanya. Sesekali diselingi isakan pelan dan membuat Eunhyuk semakin mengeratkan pelukannya.
“Kenapa kau mempermainkan perasaanku Hyuk~ssi?” Tanya Eunsoo dengan lirihan suara yang hampir tak bisa didengar. Eunhyuk melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu kecil milik Eunsoo. Dalam waktu beberapa detik kedua telapak tangan Eunyuk menangkup wajah gadis yang penuh dengan air mata tersebut.
“Aku tak pernah mempermainkanmu. Aku mungkin tak bisa melindungimu dari sasaengku. Tapi aku mohon percayalah jika aku akan selalu ada disampingmu. Aku benar-benar mencintaimu Eunsoo~ya” Jawab Eunhyuk dengan wajah yang penuh keseriusan. Eunsoo mendongak dan menatap kedua bola mata Eunhyuk lekat-lekat. Seakan tersihir oleh ucapan Eunhyuk ia kembali memeluk Eunhyuk dalam. Merasakan semua kehangatan yang menjalar masuk dalam pembuluh darahnya saat Eunhyuk membalas pelukannya.
“Eunhyuk~ssi.. Eunsoo~ya.. lihatlah kesini” Teriak seorang gadis yang berdiri tak jauh dari tempat Eunhyuk dan Eunsoo.
Eunsoo melepas pelukannya dan memandang ke arah gadis yang berteriak tadi. Di sana terlihat Han Hyeri sedang berdiri diantara sekumpulan remaja yang sedang mengangkat banner besar bertulisan ‘We Love Eun-HyukSoo Couple’.
“Aku mengajak beberapa sasaengmu untuk bergabung disini. Ah~ aku memang seorang gadis yang hebat” Ucap Hyeri dengan percaya dirinya.
Eunsoo kembali meneteskan air matanya. Ia benar-benar terharu dengan ini semua. Sekarang ia yakin dengan perasaan
yang mengganjal hatinya selama ini. Cinta tak memang tak bisa ditepis jika ia sudah datang menghampiri. Eunsoo menatap Eunhyuk lagi dan tersenyum senang. Untuk kesekian kalinya gadis itu memeluk laki-laki yang berdiri di hadapannya itu. Eunhyuk membelai lembut rambut Eunsoo dan mengecup puncak kepala gadis itu. Gejolak perasaan keduanya bercampur jadi satu dan terbang menuju awan hitam yang tampak memayungi kebahagiaan Eunhyuk dan Eunsoo malam ini.

 “Aku mencintaimu ‘istriku’. Sangat mencintaimu” Lirih Eunhyuk dengan posisi yang masih memeluk Eunsoo.
“Aku juga mencintaimu ‘suamiku’.” Balas Eunsoo sambil mengeratkan pelukannya pada Eunhyuk.


END

Rabu, 16 Mei 2012

[Fanfiction] STROM ~ 3rd/END




Tuhan tak memberikan apa yang kita pinta namun Tuhan hanya memberikan apa yang kita butuhkan. Tapi,terkadang hal yang kita pinta itulah sesuatu yang menjadi kebutuhan kita. Nafas dalam dada yang sesak menjawab semuanya. Cepat atau lambat cinta sejati itu akan datang walaupun badai menghalanginya. -Seo Joo Hyun-

~~~

Kyuhyun keluar dari mobilnya dengan wajah yang sangat kusut. Dunia serasa gelap baginya sekarang. Ia seakan tak mempunyai cahaya dan semangat hidup lagi. Dadanya terasa sesak dan perih,kepalanya berputar dan menyebabkan rasa pusing yang sangat mengganggu jalan kerja otaknya.


BRAK
Kyuhyun membuka pintu rumahnya dengan kasar. Laki-laki itu menaiki tangga dengan langkah yang lunglai dan terkesan sempoyongan. Beberapa kali terlihat jika ia hampir jatuh namun untunglah kedua tangannya masih bisa bertumpu pada dinding rata rumahnya. Ia berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang masih bisa dikatakan gontai dan lemah.

“Kyu.. Kau kenapa?” Tanya Ahra kakaknya yang baru saja melihat adiknya dengan kondisi seperti itu. Kyuhyun hanya menggeleng pelan tanpa memberikan jawaban apapun pada kakanya. Sakit yang ada di kepalanya semakin terasa dan mulai menyiksa Kyuhyun. Pandangan laki-laki berambut coklat itu mulai berkunang-kunang. Beberapa saat kemudian mata Kyuhyun tertutup dan membuatnya jatuh tersungkur di hadapan Ahra.


“Omo.. Kyu~” Pekik Ahra keras. Ia menghampiri adik laki-lakinya itu dan mencoba menyadarkan dengan cara yang ia bisa. Namun hasilnya nihil,mata Kyuhyun tetap menutup bahkan nafas laki-laki itu mulai melemah. Ahra pun segera membopong tubuh Kyuhyun ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.
v
v


Nyonya Cho tampak duduk tertunduk di samping Ahra. Yah,, mereka sekarang sedang berada di rumah sakit. Beberapa kali Ahra menghela nafas panjang dan berjalan mondar-mandir di hadapan ibunya. Tampak sekali jika kedua wanita tersebut sedang cemas menunggu dokter yang akan keluar dari ruang UGD. Tak berapa lama datanglah Seohyun dan menghampiri tempat nyonya Cho dan Ahra sekarang berada. Nyonya Cho yang melihat kedatangan Seohyun langsung memeluk gadis itu erat. Wanita paruh baya itu menangis sambil sesekali terisak.
Beberapa menit kemudian seorang laki-laki berpakaian putih terlihat keluar dari ruang UGD. Nyonya Cho,Ahra,dan Seohyun pun langsung menghampiri laki-laki tersebut.


“Bagaimana keadaan putraku dok?” Tanya nyonya Cho cepat.
“Sebaiknya nyonya ikut ke ruangan saya” Saran dokter tersebut. Lantas ia pun melangkah menuju ruangannya diikuti nyonya Cho,Ahra dan Seohyun.

Sesampai di ruangannya dokter itu duduk di kursi dan melepas kacamata tebal yang menghiasi sepasang matanya. Guratan kecewa nampak tergambar jelas di wajah laki-laki yang memeriksa keadaan Kyuhyun tadi. Sesaat kemudian ia menghela nafas panjang dan menggeleng pelan.

“Putramu mengalami guncangan jiwa yang besar. Kurasa dia mengalami depresi berat karna sesuatu hal yang tak diduga telah meninggalkannya. Ini berpengaruh terhadap pola makannya akhir-akhir ini. Ku lihat lambung dan ginjalnya tak berfungsi dengan baik. Memangnya apa yang membuatnya seperti ini?” Tanya dokter pada nyonya Cho.
Nyonya Cho tampak terkejut seusai mendengar perkataan dokter. Memang benar akhir-akhir ini Kyuhyun terlihat lebih tertutup di rumah. Ia berubah menjadi dingin dan pendiam semenjak beberapa minggu ini. Nyonya Cho memandang Ahra dan Seohyun bergantia yang berdiri tak jauh dari sana. Ahra hanya mengangkat kedua bahunya tanda jika tak tahu apa-apa namun Seohyun terlihat menunduk pelan. Gadis berwajah polo situ hanya bisa menatap lantai,ia benar-benar tak mampu membalas tatapan nyonya Cho. Memandang wanita paruh baya itu hanya bisa membuat gadis itu teringat dengan Sooyoung dan menyadari kebodohannya.


“Seohyun~ah kau tahu sesuatu?” Tanya nyonya Cho saat melihat tingkah Seohyun yang terkesan janggal. Gadis itu mendongak pelan dan membalas tatapan nyonya Cho terhadapnya. Sesaat kemudian ia tersenyum getir.
“Apa aku benar-benar boleh menceritakannya?” Tanya Seohyun ragu.
“Ini terkait dengan keadaan pasien. Sebaiknya kau ceritakan saja” Saran dokter.
“Baiklah.. Sebenarnya Kyuhyun oppa memang terpukul saat ini. Ia baru saja ditinggalkan oleh gadis yang sangat dicintainya. Gadis itu pergi ke LA beberapa jam yang lalu. Aku hanya menebak jika ia depresi karena ini” Jelas Seohyun dengan nada suara yang bergetar. Sebenarnya ia juga merasa sangat terpukul saat ia meluncurkan kalimat tersebut,hatinya merasa sangat sakit jika mengingat Kyuhyun yang tak bisa membuka hati untuknya.

“Siapa gadis itu Seohyun~ah?” Tanya nyonya Cho dengan wajah cemas.
“Namanya Sooyoung. Dia gadis yang pernah dibawa Kyuhyun oppa ke rumah” Jawab Seohyun mantap.
“Gadis yang__”
“Bertubuh tinggi dan tidak eomma restui berpacaran dengan Kyuhyun oppa” Potong Seohyun cepat.
“Jadi aku yang sudah menyebabkan putraku depresi? Aku yang menyebabkan semua ini?” Tanya nyonya Cho dengan mata yang berkaca-kaca.
“Eomma terlalu memaksa Kyuhyun. Seandainya eomma merestuinya dengan Sooyoung mungkin ini takkan terjadi” Tandas Ahra dengan air mata berlinang. Ia memang sudah menangis sejak beberapa menit yang lalu. Keadaan mendadak hening. Nyonya Cho terlihat mulai mengeluarkan airmata dari sepasang matanya.

“Maafkan aku” Lirih nyonya Cho sambil terisak.
“Apa yang bisa saya lakukan agar putra saya sembuh dok?” Sambung nyonya Cho lalu mengalihkan pandangannya ke arah dokter.
“Tak ada cara lain lagi selain mempertemukannya dengan gadis yang ia cintai” Jawab dokter pasrah.
“Tapi Sooyoung sudah pergi ke LA” Sahut Seohyun
“Berarti kalian semua harus bersabar sampai gadis itu datang dan menemui pasien” Kata dokter pasrah.

Ahra memeluk nyonya Cho yang sedang terpuruk duduk di kursi. Perlahan airmata Seohyun meleleh,tangisan gadis itu pecah dalam beberapa saat. Rasa bersalah semakin besar menyelimuti hatinya. Bukan saja karna melihat keadaan Kyuhyun memprihatinkan namun juga karna ia menangisi kebodohannya yang tak bisa mempertahankan Sooyoung demi Kyuhyun.

‘Maafkan aku oppa’ Rintih Seohyun dalam hati.

***

Seohyun tampak berlari kecil ke ruang dance putri. Ia tak perduli dengan buku-buku besar yang sekarang ada di ruang lingkup tangannya. Tekad Seohyun sudah bulat untuk memperbaiki keadaan hubungan Kyuhyun dan Sooyoung. Tadi malam Seohyun sudah membujuk dan menjelaskan siapa Sooyoung sebenarnya,gadis manis dan berhati malaikat yang rela mengorbanankan segalanya untuk kebahagian Kyuhyun termasuk keikhlasan hatinya untuk mendustai perasaan hatinya. Cerita Seohyun mampu membuat nyonya Cho semakin merasa bersalah karna telah menduga Sooyoung bukan gadis yang baik untuk putranya. Selama ini nyonya Cho berfikir Kyuhyun sudah melupakan gadis itu namun ternyata semua itu salah.


BRUK !!
Seohyun tak sengaja menabrak seorang laki-laki yang berjalan melawan arah berlarinya. Buku-buku yang dibawa Seohyun sukses terjatuh dan berhamburan di lantai. Gadis itu segera berjongkok dan memunguti bukunya sambil menggerutu kesal. Sebuah tangan kekar menyerahkan salah satu buku dan membuat Seohyun mendongak. Laki-laki itu tersenyum ramah. Garis lengkungan yang terbentuk dari bibirnya menambah rangkaian keindahan yang ada di wajah tampannya.


“Gomawo” Ucap Seohyun pelan kemudian segera berdiri.
“Kau Seohyun? Perkenalkan namaku Yonghwa,Jung Yonghwa” Kata laki-laki yang ditabrak Seohyun tadi. Ia mengulurkan sebelah tangannya ke hadapan Seohyun dan membuat gadis itu terperanjat.
“Darimana kau tahu namaku?” Tanya Seohyun sembari menundukan kepalanya
“Bukankah kita pernah bertemu? Kau tunangan Kyuhyun kan?” Tanya Yonghwa dan berhasil membuat Seohyun ternganga saat mendengar pertanyaan Yonghwa. Tunangan??
“Anniya. Aku bukan tunangan Kyuhyun oppa” Jawab Seohyun dengan wajah yang masih menunduk dan disambut tertawaan dari Yonghwa. Mata Seohyun membulat sempurna,ia bingung dengan sikap aneh yang melekat pada laki-laki yang berdiri di hadapannya sekarang.
“Tak usah sungkan Seohyun~ah. Hampir semua mahasiswa di sini tahu jika kau itu kekasih Kyuhyun” Sahut Yonghwa di sela-sela tawanya
“Tapi aku tidak bercanda. Aku bukan tunangan ataupun kekasih Kyuhyun oppa. Kekasihnya itu bernama Sooyoung” Kata Seohyun tegas
“Sooyoung temanku? Ah~ kau benar. Hanya saja aku dengar hubungan mereka sudah berakhir” Ratap Yonghwa dengan nada mengejek
“Kau memang menyebalkan Yonghwa~ssi. Ya sudah aku mau pergi ada yang harus aku kerjakan setelah ini. Senang bertemu dengan pria menyebalkan sepertimu”  Ketus Seohyun dan bersiap melangkah meninggalkan Yonghwa.

Namun sebuah genggaman tangan menahan telapak tangan Seohyun dan sukses membuat gadis itu terkejut. DEG !! Jantung Seohyun terasa berpacu lebih kuat sekarang. Darahnya berdesir dalam beberapa menit ke depan. Lantas Seohyun menoleh ke arah Yonghwa dan mendapati laki-laki itu tesenyum manis. Senyum yang menawan dan membuat Seohyun termangu dalam beberapa saat.


“Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?” Tanya Yonghwa lembut sambil tetap tersenyum.
v
v

“Bolehkah aku masuk?” Tanya Seohyun ramah saat ia sudah berada di depan ruang dance putri. Hyoyeon yang ada di dalam pun menoleh ke arah Seohyun dan mengangguk pelan. Gadis manis itu melangkah masuk dan duduk di sebelah Hyoyeon.

“Kau siapa?” Tanya Yuri sambil mematikan walkman yang sejak tadi mengisi telinganya.
“Aku Seohyun. Teman Kyuhyun oppa,aku datang kesini hanya ingin bertanya soal Sooyoung” Kata Seohyun seraya tersenyum manis.
“Sooyoung? Dia sudah pergi” Sahut Yuri pendek
“Aku tahu,maka dari itu aku ingin menanyakan kapan dia pulang ke Korea?” Tanya Seohyun
“Kita kurang tahu soal itu. Aku hanya tahu jika Sooyoung pergi bersama temanku yang bernama Tiffany. Dan temanku bilang ia menyelesaikan studynya selama 2 tahun. Aku tidak tahu Sooyoung juga menyelesaikan studynya dalam kurun waktu yang sama dengan Tiffany atau tidak.” Jawab Yuri
“Kyuhyun oppa opname di rumah sakit. Ia mengalami depresi karena kepergian Sooyoung. Kata dokter ia akan sembuh jika Sooyoung kembali padanya” Jelas Seohyun pelan. Beberapa saat kemudian Hyoyeon dan Yuri terperangah.
“Mianhae~ jika kami tak bisa membantu banyak. Kau tahu ponsel Sooyoung sama sekali tak pernah aktif lagi semenjak kepergiannya. Aku sudah mencoba menanyakan gadis itu pada Tiffany namun Tiffany bilang jika ia dan Sooyoung kulian di kampus yang berbeda” Cerca Yuri. Seohyun menghela nafas panjang dan beranjak dari tempat duduknya.
“Gomawo sudah menjelaskan itu padaku” Kata Seohyun ramah sambil membungkuk-bungkukkan badannya. Lantas gadis itu pun melangkah keluar.

“Gadis yang malang” Lirih Yuri pelan sesaat setelah bayangan punggung Seohyun menghilang dari pandangan matanya.
“Mwo?? Kau bilang apa?”
“Ah~ Anniya. Sebaiknya kita latihan lagi Hyo”
Yuri pun kembali memasang walkmannya dan melanjutkan latihan yang sempat ditundanya tadi.

***

Nyonya Cho membelai lembut rambut coklat putranya yang sekarang duduk lemah di kursi roda dengan pandangan kosong ke depan. Tampak sekali jika Kyuhyun mengalami depresi. Bibirnya yang mengering dengan muka yang sangat pucat menambah kesan buruk terhadap keadaanyan sekarang.

“Maafkan eomma Kyu~” Lirih nyonya Cho tepat di telinga Kyuhyun. Laki-laki itu tetap memandang ke depan tanpa memberi jawaban apapun terhadap lirihan ibunya. Sesekali terlihat air mata berjalan pelan di atas pipi Kyuhyun yang tampat mengerut sekarang.
“Aku datang” Pekik Ahra saat gadis itu masuk ke ruangan Kyuhyun. Disusul oleh Seohyun yang juga masuk ke ruangan. Lantas kedua gadis itu menghampiri nyonya Cho dan Kyuhyun yang berada di samping jendela kaca.
“Eomma sebaiknya pulang dulu. Beristirahatlah di rumah,biar aku dan Seohyun yang menjaga Kyuhyun di sini” Saran Ahra. Nyonya Cho mengangguk lemah kemudian mengecup puncak kepala Kyuhyun. Wanita paruh baya itu mengambil tasnya yang terletak di atas sofa kemudian melangkah keluar.
“Jaga adikmu baik-baik Ahra~ya” Pesan nyonya Cho. Ahra hanya mengangguk sambil tersenyum senang. Selanjutnya nyonya Cho pun melangkah keluar rumah sakit ditemani Ahra.

Sekarang di ruangan itu hanya ada Kyuhyun dan Seohyun yang sedang asyik membaca majalah. Keadaan mendadak hening kembali. Hanya sesekali terdengar bunyi ketukan yang dihasilkan jam dinding di ruangan itu.


“Seohyun~ah” Lirih Kyuhyun. Seohyun menutup majalahnya dan menoleh ke arah Kyuhyun.
“Kau memanggilku?” Tanya Seohyun memastikan. Kyuhyun tak merespon pertanyaan Seohyun. Laki-laki itu tampak menunduk dan memandangi lantai.
“Bawa dia kembali padaku” Kata Kyuhyun pelan. Sepasang bola mata indah dari Kyuhyun mulai memerah dan sedikit berair. Tak berapa lama ia pun terisak pelan.
“Sooyoung sebentar lagi akan kembali oppa~” Jawab Seohyun lembut. Kyuhyun menyeka air matanya kemudian kembali terhening dalam dunianya sendiri. Ia menerawang keadaan di hadapannya dengan pandangan kosong. Rasa lelah menyelimuti batin Kyuhyun lagi. Dadanya semakin sesak tatkala senyuman manis Sooyoung menyapa penglihatannya. Tak berapa lama terdengarlah langkah kaki Ahra  masuk ke ruangan Kyuhyun.


Dddrtt.. Ddrrtt
Ponsel Seohyun bergetar tiba-tiba. Gadis itu pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Satu nomor memanggil.


“Yeoboseyo” Sapa Seohyun seusai menempelkan ponsel itu di sebelah telinganya.
“Bisakah kau keluar sebentar?” Tanya suara laki-laki yang di ujung telepon
“Kau siapa?”
“Jika kau ingin tahu siapa aku cepatlah keluar”
Tut.. sambungan telepon terputus. Seohyun menatap heran ke arah ponselnya dan mendengus pelan.

“Waeyo?” Tanya Ahra yang duduk di sebelah Seohyun.
“Entahlah. Aku keluar sebentar eonnie” Jawab Seohyun kemudian berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar.

Seohyun keluar dari ruangan. Matanya sibuk memperhatikan keadaan di luar. Tak lama kemudian ia dikejutkan oleh satu tangan lelaki yang menutup matanya dengan kain hitam. Laki-laki itu juga menyumbat mulut Seohyun dengan telapak tangannya. Beberapa saat kemudian Seohyun merasa tubuhnya diseret paksa oleh seseorang. Gadis itu mencoba berteriak dan meronta namun sayang tenaga laki-laki itu sangat kuat baginya. Seohyun merasa jika ia dibawa ke sebuah tempat yang terang. Tak berapa lama penutup matanya pun dibuka. Sebuah taman yang luas dan taburan kelopak bunga mawar tampak berguguran di hadapannya saat ini. Gadis itu terperangah saat melihat sesosok laki-laki yang tampak berdiri di antara guguran kelopak bunga tersebut.

“Yonghwa !!” Pekik Seohyun pelan. Laki-laki yang bernama Yonghwa tersebut hanya terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Seohyun yang kelihatan gugup sekarang.
Selanjutnya Yonghwa mengambil beberapa kertas karton yang tampak bertumpuk di sebelah kakinya. Ia memperlihatnya tulisan yang ada di karton itu satu persatu.

Would

You

Be

My Girlfriend

Seohyun kembali terperangah dengan tingkah Yonghwa. Ia tak percaya jika Yonghwa menyatakan perasaannya secepat ini. Padahal mereka baru bertemu dua kali dan setelah itu tak ada komunikasi apapun di antara mereka. Frekuensi detak jantung Seohyun kembali bertambah cepat. Pipi putih gadis itu tampak merah merona karna tersipu malu.

“Would you be my girlfriend !!” Teriak Yonghwa dari jauh.

Untuk ke sekian kalinya Seohyun tersipu malu. Warna merah yang menyapu pipinya semakin kelihatan jelas. Beberapa detik kemudian Seohyun mengangguk mantap dan berlari ke pelukan Yonghwa. Ia sendiri bahkan tak sadar jika bisa melakukan itu semua. Detak jantungnya semakin jelas saat Yonghwa memeluknya erat. Keduanya pun tersenyum lepas menikmati peristiwa hari ini. Konyol !!


~~~~> One Years Ago


“Sooyoung~ah” Panggil seorang ahjussi sambil menepuk punggung Sooyoung. Sejenak Sooyoung menoleh ke arah pria tersebut dan tersenyum ramah.
“Kapan kau pulang ke Korea?” Tanya ahjussi tersebut.
“Apa aku boleh pulang?” Sooyoung menatap ahjussi itu dengan tatapan tak percaya.
“Kontrakmu sudah habis dan kau bebas. Memang menjadi dancer di kota ini sangat aneh. Sebagai pemula kau hanya boleh kontrak setahun dan tak lebih. Aku sarankan sebaiknya kau mengikuti trainee di Korea atau Jepang supaya kau langsung masuk agency tanpa kontrak pertahun seperti ini. Menyusahkan !!” Keluh ahjussi sambil menyerahkan selembar berkas pada Sooyoung. Gadis itu hanya tertawa lepas mendengar keluhan atasannya.
“Aku akan pulang ke Korea dulu. Apa aku boleh membawa piagam penghargaanku? Aku ingin menunjukkan itu pada adikku. Yah walaupun aku tahu jika menjadi seorang dancer hebat sekalipun tetap tak bisa terkenal seperti artis pada umumnya. Aku juga sangsi jika adikku tahu jika aku sudah menjadi dancer yang hebat”
“Boleh saja. Tapi kau tak diizinkan membawa pialamu. Jika tetap ingin membawanya kau harus minta izin pada tuan Hendrick” Jawab ahjussi itu lagi.
“Ya sudahlah. Aku tak ingin menyusahkan diriku sendiri. Besok aku akan pulang ke Korea”
“Malam ini aku akan menyuruh Amanda mengantarkan piagammu ke apartemen”
“Thank You”

Ke esokkan harinya…

Sooyoung menjejakkan kakinya di lantai bandara Incheon dengan perasaan haru. Setahun merupakan waktu yang sangat lama baginya. Untunglah ia mendapat tiket pesawat jalur pagi hingga ia tak perlu kemalaman untuk sampai di Korea. Sooyoung melirik arlojinya dengan senyuman bahagia. Jam 14.00 KST,itu artinya ia akan langsung pergi ke kampusnya dan memberikan kejutan pada Hyoyeon. Sahabat yang dikabarinya jika ia pergi ke LA tahun kemarin.

‘Selamat datang Sooyoung~ah’ Ucap gadis itu dalam hati. Ia seakan menyemangati dirinya sendiri saat ini.

***

Seorang gadis berkaki panjang tampak berlari memasuki kampus Kyunghee University. Ia langsung menuju ruang dance putri dengan wajah tersenyum sumringah. Brak !! Pintu dibuka kasar oleh sebelah tangannya.

“Aku datang !!” Pekiknya keras dan berhasil membuat yang ada di ruangan memandang serentak padanya.
“Sooyoung~ah” Kata Hyoyeon tak percaya. Ia berlari ke arah sahabatnya itu dan memeluk Sooyoung erat. Beberapa menit kemudian Hyoyeon melepaskan pelukannya dan memandang Sooyoung sambil tersenyum.
“Kapan kau datang?” Tanya Hyoyeon heran.
“Beberapa menit yang lalu”
“Kenapa kau tak menghubungiku? Aku bisa menjemputmu gadis rapuh”
“Jangan mengejekku Hyo~ya”

Hyoyeon hanya tertawa mendengar jawaban Sooyoung. Ia masih tak percaya jika Sooyoung sekarang berada di
hadapannya. Gadis itu semakin tinggi dan manis. Sesaat kemudian Hyoyeon teringat sesuatu.


“Kau sudah ke rumah sakit?” Tanya Hyoyeon. Sooyoung mengerutkan keningnya dan memandang heran kepada Hyoyeon.
“Siapa yang ada di rumah sakit? Aku sama sekali belum kemana-mana. Pulang ke rumah saja belum” Sahut Sooyoung.
“Kyuhyun. Dia sekarang ada di rumah sakit Sooyoung~ah,kau tahu dia mengalami depresi karna kepergiannya tahun lalu”

Beberapa detik kemudian Sooyoung terperanjat. Ia menatap Hyoyeon dengan tatapan tak percaya namun selepas itu ia menghela nafas panjang. Gadis itu melangkah pelan ke sudut ruangan dan duduk di sana. Hyoyeon nampak terheran dan langsung mengikuti langkah kaki Sooyoung.


“Aku tak mungkin bisa menemuinya. Aku tak siap dengan reaksi ibunya saat melihatku nanti” Lirih Sooyoung pelan.
“Anniya. Aku bisa menemanimu” Jawab Hyoyeon.
“Tapi__”
“Sudahlah ayo kita berangkat !!”


Hyoyeon menarik tangan Sooyong dengan cepat. Lantas ia pun melangkah keluar dan menuju parkiran. Sebuah mobil sport hitam milik Hyoyeon menyapa pandangan Sooyoung. Mewah dan keren !! itulah dua kata yang mampu mendeskripsikan mobil Hyoyeon yang baru ia lihat. Tak perlu menunggu lebih lama Hyoyeon pun menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
v
v

“Aku tak yakin Hyoyeon~ah” Kata Sooyoung saat mereka berdua sudah di depan ruangan Kyuhyun. Hyoyeon memang pernah beberapa kali menjenguk Kyuhyun bersama Yuri hingga dengan mudah baginya mengingat di mana kamar Kyuhyun dirawat
“Sudahlah… Masuk saja” Hyoyeon membuka pintu kamar Kyuhyun dan membawa Sooyoung masuk.


Taraaa
Bukan hanya Kyuhyun yang ada di sana. Orangtua Sooyoung,Ahra,Seohyun,Yonghwa,nyonya Cho bahkan Eunyoung adiknya juga berkumpul disana. Untuk beberapa saat waktu serasa berhenti bagi Sooyoung. Dilihatnya Kyuhyun menatap lemah terhadap dirinya. Rasa rindu dan canggung bergumul dalam batin Sooyoung saat ini

“Eonnieee.. Kau sudah datang?” Pekik Eunyoung. Gadis itu berlari ke arah Sooyoung dan memeluk kakaknya. Semua orang yang ada di ruangan tersebut tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang. Sooyoung datang secara tiba-tiba tanpa diduga siapapun sebelumnya,memberikan kesan kejutan yang manis dan begitu menyenangkan.
“Sooyoung~ah” Lirih Kyuhyun dari jauh. Sooyoung melepaskan pelukan adiknya dan menoleh ke arah Kyuhyun. Sebuah senyum kaku terlukis sebagai lengkungan indah di antara kedua pipinya.
“Mianhae~ Sooyoung~ah” ucap nyonya Cho tiba-tiba dan membuat sekali lagi jantung Sooyoung membeku. Ia terperangah seusai  mendengar ucapan nyonya Cho. Sebuah pernyataan maaf yang begitu tulus dan terdengar lembut. Gadis itu menatap Eunyoung yang masih merangkul pinggangnya.

“Cho ahjumma tulus eonnie” Kata Eunyoung sambil tersenyum sumringah. Ia kembali memeluk kakaknya dalam dan penuh kehangatan.

Beberapa saat kemudian Ahra mendekati Sooyoung dan tersenyum hangat. Ia meraih tangan gadis itu dan menariknya ke hadapan Kyuhyun. Seketika Sooyoung menunduk pelan,dadanya berdebar tak karuan sekarang. Sebuah telapak tangan hangat menyentuh telapak tangannya yang tadi digenggam oleh Ahra. Sooyoung mendongak dan menatap Kyuhyun yang memandang haru padanya. Perlahan air mata Sooyoung jatuh dan beberapa saat kemudian Kyuhyun menarik Sooyoung dalam pelukannya. Menumpahkan segala kerinduan yang sudah sejak lama terpendam. Keduanya menangis bahagia dalam pelukan hangat itu. Bahagia,rindu,dan haru bercampur menjadi sebuah rasa yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung tak bisa berkata-kata lagi. Semua orang yang ada di dalam ruangan juga tampak terharu bahkan Ahra dan Seohyun sudah beberapa kali menyeka airmata yang tak sengaja jatuh dari sepasang mata masing-masing.

Nyonya Cho berjalan mendekati Sooyoung dan Kyuhyun. Dalam hitungan detik ia memeluk kedua orang itu sambil menangis. Rasa penyesalan yang beberapa hari ini menyelimuti batinnya seakan-akan berkurang. Semuanya berganti dengan kebahagiaan yang begitu manis.

Tak lama kemudian Sooyoung melepaskan pelukannya sambil memandang bahagia ke arah Kyuhyun. Wajah pucat Kyuhyun tampak lebih segar sekarang. Laki-laki itu terus menggenggam tangan Sooyoung erat seakan menandakan jika ia tak akan membiarkan gadis itu pergi meninggalkannya lagi.

“Mianhae ahjumma. Aku hanya ingin menjenguk Kyuhyun. Aku tak bermaksud mengganggu hubungannya dan Seohyun saat ini” Lirih Sooyoung pelan. Nyonya Cho membelai pipi Sooyoung pelan dan menatap gadis itu sambil menggeleng pelan.
“Hei Seohyun tak mungkin berhubungan dengan Kyuhyun. Dia itu kekasihku” Cibir Yonghwa sambil merangkul Seohyun yang berdiri di dekatnya. Dalam hitungan detik wajah Seohyun tampak sedikit memerah. Sooyoung menatap heran ke arah Yonghwa.

“Jadi__?”
“Menikahlah dengan anakku Sooyoung~ah” Potong nyonya Cho sebelum Sooyoung menyelesaikan pertanyaannya. Lagi-lagi Sooyoung terharu,hatinya merasa sangat bahagia sekarang.
“Gomawo ahjumma… Jeongmal gomawo” Kata Sooyoung dengan airmata berlinang. Yah,,airmata kebahagiaan memang sulit untuk ditahan.
“Bisakah kau memanggilku dengan sebutan ‘eomma’ Sooyoung~ah?” Tanya nyonya Cho getir. Sooyoung tak mampu menjawab. Ia tersenyum sambil mengangguk perlahan. Sesaat kemudian ia menatap Kyuhyun lagi dan memberikan senyuman terbaiknya.

 “Hei apa aku terlambat?” Teriak suara seorang laki-laki yang baru saja masuk ke ruangan. Semua orang pun menoleh serempak ke pintu dan mendapati Eunhyuk sedang terkekeh pelan. Di tangannya terdapat sebuket bunga mawar berwarna merah. Laki-laki itu tampak berjalan ke arah Hyoyeon dan tersenyum lebar,memperlihatkan susunan gusinya yang cukup besar. Hyoyeon hanya mencibir pelan ke arah Eunyuk.

“Would you be my girlfriend my queen” Ucap Eunhyuk sambil berlutut di hadapan Hyoyeon. Gadis itu hanya mendengus kesal kepada Eunyuk.
“Bisakah kau melakukan hal yang lebih romantis lagi? Kau fikir menyatakan perasaan di depan orang banyak seperti ini akan membuatku bahagia” Ucap Hyoyeon sebal. Eunhyuk berdiri dan menatap tajam kearah Hyoyeon.
“Setidaknya kau harus menghargai usahaku” Protes Euhyuk
“Benar-benar tidak romantis !!” Gerutu Hyoyeon. Eunhyuk menggaruk-garuk tengkuknya sambil tersenyum malu dan membuat semua orang yang ada di sana tertawa.

Kyuhyun menggenggam erat tangan Sooyoung lebih erat lagi dan membuat gadis itu menoleh pelan kepadanya.


 “Would you marry me?”

“Yes,I do”

END



Sabtu, 12 Mei 2012

[Fanfiction] STROM ~ 2nd



Kadang aku berfikir untuk mengakhiri semuanya padahal aku tahu jika aku tak bisa. Sudah terlalu banyak senyum dari bibirmu yang memenuhi otak dan fikiranku. Saat aku menjauh maka percayalah jika saat itu juga aku mulai belajar untuk merelakanmu. -Choi Sooyoung-

~~~

“Kau sudah lama tinggal di panti ini?” Tanya Sooyoung yang sekarang duduk di hadapanku sambil menyesap tehnya. Sesaat kemudian ia kembali meletakkan cangkir tehnya di atas meja.
“Hampir 2 tahun. Memangnya kenapa?” Sahutku
“Ah~ anniya. Berarti kau sudah tahu banyak tentang ibuku hm~?” Tanya Sooyoung lagi.
“ibumu?” Bukannya menjawab aku malah terperangah mendengar pernyataan err lebih tepatnya pertanyaan dari Sooyoung tadi. Sejenak Sooyoung tertawa.
“Kau lucu Seohyun~ah. Orang yang selama ini kau panggil eomma itu adalah ibuku,apa kau benar-benar tak tahu?”
“Sama sekali tidak!”
Keadaan pun menjadi hening. Lagi-lagi Sooyoung menyesap tehnya dan kembali tersenyum padaku. Apa dia benar-benar tak marah padaku?
“Kau tak marah padaku?” Tanyaku pelan.
“Hm? Untuk apa aku marah?”
“Aku fikir kau marah karna aku_”
“masalah tadi siang tak usah terlalu kau fikirkan. Lagipula itu bukan salahmu”
“Tapi tetap saja itu berarti aku sudah merebut Kyuhyun oppa darimu”
“Aku yakin jika dia bisa lebih bahagia bersamamu.”

Senyuman yang sangat manis keluar dari air muka Sooyoung. Dia memang gadis yang sangat baik,wajarlah jika Kyuhyun oppa sangat mencintainya dan menolak kehadiranku dalam hidupnya. Sooyoung juga merupakan gadis yang cantik menurutku,bahkan sejak pertama kali bertemu dengannya aku sudah sangat minder.

Ke esokan harinya..

Suara klakson mobil terdengar mengejutkanku dari luar. Saat ini aku sedang sarapan bersama Choi eomma,Sunny,dan anak panti lainnya. Tak lama waktu berselah suara berat seorang namja nampak memanggilku dari depan,suara itu seperti suara milik Kyuhyun oppa. Jika benar itu Kyuhyun oppa untuk apa dia kesini?
Sunny yang duduk disampingku pun beranjak dan melangkah keluar. Sedangkan aku dan yang lain meneruskan acara makanku.Sesaat kemudian Sunny kembali dan langsung menepuk keras pundakku. Sontak aku pun terkejut dan tersedak.

“Uhuk..uhuk”

Melihatku tersedak Sunny pun langsung mengambilkan air minum dan menyerahkan padaku.


“Mianhae~” kata Sunny lirih. Aku hanya tersenyum tipis.
“Di depan ada Kyu oppa sedang menunggumu. Sepertinya dia ingin menjemputmu untuk berangkat ke kampus bersamanya.”
“kau yakin?”
“kau lihat saja sendiri.”

Aku kembali menegak air putih yang ada di dalam gelasku kemudian meraih tas selempangku dan berjalan keluar.


“Seohyun~ah!” samar-samar ku dengar Choi eomma memanggilku dari belakang. Aku pun berbalik dan menatapnya.
“Setelah kuliah kau jangan pergi kemanapun.” Ucap Choi eomma lembut. Aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan kemudian melanjutkan langkahku yang sempat terhenti tadi.


“Kau menjemputku?” Kataku saat melihat Kyuhyun oppa sedang duduk di kursi ruang tamu. Ia hanya berdehem pelan menanggapi pertanyaanku. Laki-laki ini menyebalkan sekali !!
“Eomma menyuruhku menjemputmu” Jawabnya singkat.


Kyuhyun oppa beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar. Aku hanya bisa mendengus pelan melihat sikap dinginnya ini. Sebegitu mencintai Sooyoung dia sampai berubah dingin seperti ini saat ditinggalkan gadis itu. Errr bagiku ini tidak masalah karna aku sudah biasa menghadapi orang-orang dingin seperti dia ini.
v
v


Mobil Kyuhyun oppa berhenti di parkiran kampus. Aku melepas sabuk pengamanku dan membuka pintu untuk keluar. Hei kau tahu di mobil tadi aku tak berbicara apapun dengannya. Astagaaa kau tahu dia bahkan tak memperdulikan kehadiranku yang sangat jelas duduk di sampingnya.
Kyuhyun oppa berjalan sejajar di sampingku. Aku rasa sekarang jarak antara kami berdua begitu dekat. Tubuhnya semakin terlihat tinggi dalam jarak sedekat ini. Kejadian ini berlangsung sampai kami berdua memasuki wilayah kampus Kyunghee University. Demi apapun aku sangat merindukan kampus ini.


GREP !!
Sebelah tangan Kyuhyun oppa tiba-tiba melingkar di pinggangku. Aku terkejut sebelum menyadari jika Sooyoung ternyata akan berselisihan dengan kami berdua. Oh jadi Kyuhyun oppa bermaksud memanasi Sooyoung? Ckck,, dia ini !!


“Hai Kyu” Sapa Sooyoung hangat saat melihat kami berdua. Dia tidak sendirian rupanya. Ada seorang laki-laki berjalan bersamanya. Saat ku lihat stage namenya ku ketahui jika laki-laki ini bernama Yonghwa.
“Oh hai..” Balas Kyuhyun oppa sambil mengeratkan lingkaran tangannya di pinggangku sehingga pinggang kami berdua pun saling bertemu.

Jelas sekali perubahan air muka Sooyoung saat melihat tingkah Kyuhyun oppa. Mungkin dia sangat cemburu. Jujur saja, aku tak nyaman dengannya. Ibu Sooyoung sudah terlalu baik denganku kenapa aku membalasnya seperti ini?
Aku berusaha melepaskan lingkaran tangan Kyuhyun oppa sambil tertawa dengan perasaan terpaksa. Ya ampun tenaga laki-laki ini kuat sekali !!


“Aku senang melihat kemesraan kalian pagi ini. Kalian sangat serasi” Ucapan getir itu keluar dari bibir indah Sooyoung.
“Jinjja? Gomawo Sooyoung~ssi. Aku dan Seohyun sekarang memang saling mencintai” Sahut Kyuhyun oppa sambil tersenyum sinis pada Sooyoung. Aku terngaga mendengar kata-kata Kyuhyun oppa barusan. Jadi dia juga mencintaiku? Tapi kenapa bisa secepat ini?
Ada sedikit kecanggungan muncul diantara Kyuhyun oppa dan Sooyoung. Ini memang memalukan !! seharusnya aku pergi dari sini dan meninggalkan mereka berdua. Tapi Kyuhyun oppa terlalu kuat menahan pinggangku.

“Aku ke ruanganku dulu” Ucap Sooyoung akhirnya lalu meninggalkan kami berdua. Teman laki-lakinya itu pun juga ikut meninggalkan kami.

Ku rasakan lingkaran tangan Kyuhyun oppa melemah dan ia pun melepaskan tangannya kemudian berjalan mendahuluiku. Aku mendengus pelan melihat tingkah konyolnya itu. Benar-benar tidak masuk akal. Beberapa menit yang lalu ia menahanku untuk terus di dekat tubuhnya dan sekarang dia malah hampir meninggalkanku. Laki-laki yang aneh !!

Author POV

Seohyun mengikuti langkah kaki Kyuhyun menuju sebuah ruangan. Setelah sampai di ruangan tersebut mereka mulai duduk di bangku yang bersebelahan. Ada sekitar 40 bangku yang tersusun rapi di sana. Mahasiswa mulai berdatangan ke kelas tersebut dan mengambil tempat duduk masing-masing. Seohyun mengamati kelas barunya seraya tersenyum. Diliriknya Kyuhyun yang duduk di sebelahnya,laki-laki itu sedang focus membaca sebuah buku dengan sepasang earphone yang menempel di kedua belah telinganya. Sangat tampan dan misterius !!


“Selamat pagi anak-anak..” Sapa seorang dosen gendut yang memasuki kelas Seohyun.
“Selamat pagi songsaengnim” Balas mahasiswa yang ada di dalam termasuk Kyuhyun dan Seohyun.
“Hari ini kita kedatangan seorang mahasiswa baru. Seohyun~ssi silahkan maju dan perkenalkan dirimu” Kata dosen ramah.

Seohyun memandang Kyuhyun untuk meminta persetujuan. Namun terlihat sekali jika laki-laki itu tak perduli dengan Seohyun,Kyuhyun terus membaca bukunya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Seohyun. Gadis itu mendengus kesal sebelum pada akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan mulai melangkah ke depan kelas.
Seluruh mata melihat ke arah Seohyun terkecuali seorang laki-laki yang bernama Kyuhyun. Ada yang memandangnya dengan tatapan ramah dan sangat menyejukkan hati namun tak sedikit yang memandang sinis ke arahnya.

“Annyeonghaseyo.. Naneun Seo Joo Hyun imnida. Kalian bisa memanggilku Seohyun. Semoga kita bisa berteman baik” Kata Seohyun lembut sambil membungkukkan badannya berulang kali. Mahasiswa yang mendengarnya hanya menganggukan kepala mereka tanda jika mereka mengerti.

“Baiklah Seohyun~ssi kau bisa kembali ke tempat dudukmu.” Ujar dosen seraya tersenyum. Seohyun mengangguk dan segera berjalan ke kursinya. Ia duduk kembali dan melihat Kyuhyun telah selesai dengan bacaannya. Laki-laki itu melihat ke depan tanpa menoleh pada Seohyun.


‘Laki-laki yang menyebalkan !!’ Runtuk Seohyun dalam hati.
v
v

Kyuhyun mengaduk-aduk sup yang sekarang terhidang di hadapannya. Matanya menerawang ke depan dengan tatapan kosong. Ia melamun sejak beberapa menit yang lalu.

“Tak usah difikirkan Kyu. Ini semua memang pilihanmu kan?” Celetuk Donghae yang tak lain adalah teman Kyuhyun sambil memainkan ponsel putih yang ada di tangannya.

Kyuhyun tersadar dari lamunannya kemudian mendesah pelan. Sepintas memori kenangannya bersama Sooyoung menyelimuti fikirannya saat ini. Memang tak terlalu banyak namun cukup membuatnya merasa lelah. Kyuhyun meraih segelas air putih yang terletak di samping mangkuknya kemudian langsung meminumnya.


“Ada jadwal apa hari ini?” Tanya Kyuhyun seusai menyelesaikan minumnya. Donghae melirik sebentar ke arah ruang dance yang terletak tak jauh dari tempat mereka sekarang berada.
“Aku rasa tak ada latihan tapi besok ada acara battle dance dengan kelompok putri” Jawab Donghae lalu kembali sibuk dengan ponselnya.
“Battle dance?” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Sesaat kemudian ia menghela nafas panjang dan menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi.
“Waeyo?” Tanya Donghae heran dengan tingkah Kyuhyun
“Aku masih belum bisa menatap mata Sooyoung besok” Jawab Kyuhyun sekenanya.

Donghae menggeleng pelan kemudian menutup flip ponselnya. Ia meneguk minuman untuk yang terakhir kalinya sebelum ia berdiri dari tempat duduknya. Kyuhyun kembali masuk dalam lamunannya.


“Aku pergi dulu” Ujar Donghae seraya menepuk bahu Kyuhyun. Sebelah tangannya meraih tas punggungnya kemudian menggantungkan benda itu di bahu kekarnya.
“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun.
“Aku tak ingin Soorin memutusiku karna aku terlambat menjemputnya” Jawab Donghae singkat kemudian melesat meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun melipat tangannya di atas meja dan membenamkan wajahnya di lipatan tersebut. Kepalanya terasa pusing saat ini. Suara Sooyoung memasuki daun telinganya dan meresap dalam fikirannya. Isakan tangis Sooyoung kemarin masih teringat dengan jelas dalam memori otaknya. Semenit kemudian Kyuhyun berdiri dengan malas dan meraih tasnya. Ia pergi membayar makanannya kemudian keluar dari cafetaria itu dengan langkah gontai.
Angin berhembus tenang menemani langkah demi langkah yang tercipta dari sepasang kaki Kyuhyun. Kicauan burung tak menghiburnya sama sekali. Mobil hitam metalik menyapa penglihatannya dari jauh. Kyuhyun menon-aktifkan alarm dan bergegas memasuki mobilnya


Ddrrrt..Ddrrt
Ponsel milik Kyuhyun bergetar saat ia sedang memasang sabuk pengaman. Di layar tersebut tertera tulisan ‘Eomma’ yang menandakan jika ibunya menelpon ke nomornya.


“Yeoboseyo” Sahut Kyuhyun malas.
“Yakk ! Kyu neo eodiya?” Teriak ibunya di ujung telpon.
“Aku di kampus. Waeyo ?”
“Seohyun bersamamu?”
“Anniya. Sehabis kelas tadi aku ke cafeteria bersama donghae,aku tidak tahu dimana dia”
“Mwo? Astagaa.. cepat cari dia Kyu. Eomma tidak mau dia tersesat di jalan”
“Eomma,,Seohyun bukan anak TK. Lagipula dia juga sering bolak-balik dari kampus ke rumahnya dulu. Jadi tak usah khawatir seperti itu.”
“CHO KYUHYUN !!! Cari dia atau kau tak makan malam ini”

Tut… Telepon diputus sepihak. Kyuhyun menatap gusar ke arah ponselnya sebelum sebelah tangannya membanting ponsel tersebut. Laki-laki itu menumpukan kepalanya pada setir di depannya. Jika Seohyun bukan seorang gadis ingin rasanya ia membanting orang itu.


‘Menyusahkan saja !!’ Runtuk Kyuhyun dalam hati.
v
v

Kyuhyun memarkirkan mobilnya tepat di panti asuhan tempat Seohyun tinggal. Ia melepas sabuk pengaman  dan beranjak keluar dari mobil. Kyuhyun mengetuk pintu panti tersebut. Sekali dua kali tak ada sahutan apapun yang diberikan oleh orang di dalam. Kyuhyun mulai putus asa,ia pun menggedor pintu sekeras yang ia bisa. Pintu pun akhirnya terbuka oleh seorang perempuan cantik. Gadis tinggi dengan senyuman menawan mampu membuatnya terperanjat seketika. Gadis itu mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan bando cantik sewarna yang menghiasi puncak kepalanya.


“Sooyoung~ah?” Kyuhyun kembali terperangah ketika menyadari jika gadis itu adalah Sooyoung.
“Ada apa Kyu?” Tanya Sooyoung ramah sembari tersenyum. Senyum yang mampu membuat Kyuhyun meleleh dalam waktu satu detik. Senyum yang sangat ia rindukan di setiap ia menghembuskan nafasnya. Senyum yang begitu indah dan menawan.
“Mianhae~ Aku mencari Seohyun. Apa dia di dalam?” Tanya Kyuhyun. Kata-kata yang sederhana namun mampu membuat hati Sooyoug sedikit terguncang begitu tahu jika orang yang dicari laki-laki itu bukan dirinya. Hati Kyuhyun bertekad untuk tak lagi bergantung pada Sooyoung dalam keadaan apapun. Dia tak ingin dianggap sebagai laki-laki yang terlalu lemah dan rapuh.
“Ada. Dia sedang ada di dapur. Silahkan masuk” Ucap Sooyoung dengan suara bergetar dan senyuman pahit.

Kyuhyun pun melangkah ke dalam menuju dapur. Sempat ia hentikan langkahnya untuk berbalik melihat keadaan Sooyoung namun niat itu di urungkannya karena terlalu tinggi rasa gengsi yang mengusai hati seorang Cho Kyuhyun sekarang. Laki-laki itu meneruskan langkahnya tanpa memperdulikan perasaan hatinya yang sebenarnya berontak melakukan itu.

Sooyoung menunduk dan menenangkan hatinya yang tiba-tiba terasa seperti dihujam oleh tombak yang besar. Sangat sakit dan perih !! Dikepalkannya sebelah tangannya untuk menahan rasa sakit itu. Menetralisir emosinya yang sebenarnya sangat memuncak sekarang. Kyuhyun bahkan tak bertanya kenapa dirinya bisa ada di panti ini. Sosok Kyuhyun yang dulu sangat mencintainya sekarang berubah dalam sekejap menjadi Kyuhyun yang cuek dan dingin. Tatapan mata laki-laki yang dulu sangat menyejukkan hatinya berubah menjadi cambuk yang keras untuk jantungnya.

‘Semoga kau bahagia oppa~’ Rintih Sooyoung dalam hatinya.

Gadis itu berlari ke luar sambil berusaha menahan air matanya. Namun sayang benda cair tersebut terlalu kuat untuk ditahan. Bohong jika Sooyoung mengatakan ia baik-baik saja saat air matanya mengalir deras seperti ini.


BRUK !!
Sooyoung tak sengaja menabrak seorang gadis yang baru saja keluar dari mobil. Sooyoung mendongak dan mendapati kedua sahabatnya sedang menatapnya heran. Ia merengkuh salah satu dari mereka lalu memeluknya erat.

“Gweanchanaeyo Youngie?” Kata gadis bernama Jessica yang sedang dipeluk Sooyoung.

Sooyoung tak menjawab pertanyaan  Jessica. Ia hanya menggeleng pelan sambil terus mempererat pelukannya. Tangisnya kembali pecah saat Jessica mengusap rambutnya pelan. Membantunya agar tenang dan sabar menerima semuanya. Tak berapa lama Sooyoung melepas pelukannya dan menatap Jessica dengan tatapan pengharapan.

“Kapan kalian akan berangkat ke Los Angeles?” Tanya Sooyoung dengan keadaan yang masih menangis. Jessica menatap gadis yang ada di sebelahnya. Gadis yang bernama Tiffany tersebut mengangkat kedua bahunya dan menggeleng pelan.

“Waeyo?” Jessica balik bertanya.
“Tolong beritahu aku” Sooyoung memelas lemah. Jessica kembali menatap Tiffany sebelum akhirnya ia menatap Sooyoung lagi.
“Kami akan berangkat minggu depan” Sahut Tiffany ragu.
“Aku ikut kalian” Ada nada memohon saat Sooyoung mengatakan itu. Jessica terperangah tak percaya dengan ucapan Sooyoung tadi. Bukan karna ia ragu dengan keputusan Sooyoung namun selama ini gadis selalu menolak jika diajak untuk meninggalkan Korea.

“Ku mohon !!” Kata Sooyoung lagi. Kakinya melemas dalam waktu beberapa detik. Sesaat kemudian Sooyoung berlutut di hadapan Jessica.
“Aku mohon bawa aku pergi dari Korea” Sooyoung kembali menangis. Jessica dan Tiffany mengangkat tubuh Sooyoung hingga gadis itu mampu berdiri lagi.
“Apa kau yakin?” Tanya Jessica. Sebenarnya Jessica masih diliputi rasa heran dan kebingungan yang mendalam saat ini. Namun melihat kondisi Sooyoung sekarang mereka berdua tak sampai hati untuk memaksa gadis itu untuk bercerita.


“Aku yakin” Lirih Sooyoung pelan. Jessica menatap Tiffany lagi dan beberapa detik kemudian seulas senyum terukir di wajah mereka masing-masing.
“Baiklah…Kau akan ikut kami” Kata Jessica riang. Sooyoung tersenyum getir mendengar keputusan sahabatnya itu. Ia merangkul  Jessica dan Tiffany,memeluk mereka erat serta membulatkan tekadnya untuk pergi dari kehidupan yang terlalu menyakitkan baginya.
v
v

“Eonnie mau pergi kemana?” Tanya seorang gadis saat memasuki kamar Sooyoung. Choi Eunyoung, dia adalah adik Sooyoung satu-satunya.

Sooyoung menoleh sesaat kemudian meneruskan kegiatannya memasukkan baju-baju ke dalam koper yang cukup besar. Beberapa lembar kaos warna-warni,alat kebersihan,dan buku-buku bertumpuk di samping koper tersebut.


“Eonnie akan meneruskan study ke Los Angeles Young~ah” Lirih Sooyoung dan dalam sekejap berhasil membuat Eunyoung terperangah.
“Los Angeles? Kenapa eonnie pergi ke sana” Tanya Eunyoung sambil mengguncang-guncang lengan indah milik Sooyoung.

Lagi-lagi Sooyoung menoleh ke arah adiknya itu. Ia menatap nanar ke arah Eunyoung. Sebelah tangannya bergerak membelai lembut rambut milik gadis manis itu. Ada rasa sakit yang datang ketika ia menatap kedua bola mata Eunyoung. Mata gadis itu tampak berkaca-kaca. Sebenarnya Sooyoung juga tidak kuat dengan keadaan ini. Ia tak mampu meninggalkan adiknya sendirian di rumah. Ayah mereka berdua sibuk bolak-balik ke luar negeri sedangkan ibu mereka sibuk dengan anak-anak  asuhan di panti. Eunyoung merupakan adik dan juga sahabat baginya. Terlalu banyak cerita yang diketahui Eunyoung tentang Sooyoung termasuk cerita perpisahannya dengan Kyuhyun yang baru saja terjadi.


“Jangan pergi eonnie” Lirih Eunyoung sambil terisak pelan. Ada rasa sesak yang timbul di dalam hati Sooyoung saat ini.

“Eunyoung~ah. Kau ingin melihat eonnie menjadi seorang dancer yang hebat,bukan? Eonnie akan mewujudkan harapan kita itu. Eonnie berjanji akan segera pulang dan akan membawa banyak penghargaan untukmu” Kata Sooyoung sambil terus mengusap pelan puncak kepala adiknya.

“Bagaimana jika nilai ulanganku rendah? Siapa yang akan mengajariku? Siapa yang akan menghiburku saat aku sedih? Siapa juga yang akan memasak dan membangunkanku setiap pagi?” Airmata Eunyoung semakin deras mengalir. Gadis itu benar-benar terisak hebat !!

Sooyoung menarik Eunyoung dalam pelukannya. Memeluk gadis kecil itu dengan erat. Tangis Sooyoung tak bisa ditahan lagi. Dua bulir airmata bening perlahan mengalir di pipi putihnya. Eunyoung terus menangis di pelukan kakaknya,tubuhnya lantas bergetar hebat dan membuat Sooyoung semakin merasa bersalah.

‘Mianhae~ Eonnie tak bisa terus-menerus di sini’ Kata Sooyoung dalam hati.

*****

Kyuhyun duduk tertunduk di sudut ruangan dance. Ia tampak uring-uringan dan lebih banyak melamun sekarang. Entahlah.. Sekarang perasaannya benar-benar tak enak. Ia tak habis fikir kenapa dengan begitu mudah Sooyoung tersenyum melihat keakrabannya denga Seohyun. Seharusnya gadis itu sedih bukan malah tertawa dan ikut berbahagia.

“Hei Kyu.. untuk apa kau meringkuk di situ. Kajja.. sebentar lagi kelompok putri akan datang” Seru Eunhyuk dari kejauhan. Kyuhyun hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan lamunannya. Donghae yang ada di sana membisikan sesuatu kepada Eunhyuk hingga beberapa saat kemudian laki-laki itu mengangguk dan tak menghiraukan Kyuhyun lagi.

Kyuhyun semakin tenggelam dalam lamunannya. Satu persatu kenangannya bersama Sooyoung hadir kembali dan semakin membuat nafasnya terasa sangat sesak. Dinding-dinding bumi seperti akan menghimpit paksa tubuhnya sekarang. Rasa lelah,sedih,dan kecewa bercampur menjadi satu dalam benaknya. Kyuhyun bukanlah tipe laki-laki yang mudah melupakan seseorang terlebih jika itu adalah gadis yang sangat dicintainya.

“Annyeonghaseyo !!” Sapa 3 orang gadis yang terlihat memasuki ruang dance. Mereka adalah Hyoyeon ketua dance putri,Yuri dan Yoona. Kyuhyun beranjak dari duduknya dan menghampiri hyung-hyungnya yang sedang berdiri tak jauh dari posisinya.

“Bagaimana jika kita langsung saja battle?” Usul Donghae riang dan disambut anggukan kepala oleh Hyoyeon,Yuri,dan Yoona.
“Dimana Sooyoung? Kenapa dia tak ikut?” Tanya Kyuhyun dingin. Ketiga gadis itu saling bertatapan,masing-masing dari mereka mengangkat bahu tanda jika tak tahu apa-apa.
“Aku sudah mencoba menghubunginya tapi ponselnya tak aktif sejak tadi pagi. Aku juga sudah mengecek ke kelasnya tapi ternyata hari ini dia tak ada kelas. Maka dari itu aku mengajak Yoona untuk menggantikan Sooyoung” Jawab Hyoyeon.
Kyuhyun menghela nafas panjang kemudian meraih tas selempangnya dan beranjak keluar. Dia benar-benar tak bisa tanpa Sooyoung.

“Hei Kyu. Kau mau kemana? Kita baru saja ingin mulai battle” Seru Eunhyuk gusar. Kyuhyun menghentikan langkahnya kemudian berbalik. Tampak sekali raut keputusasaan tergambar di raut wajah tampannya saat ini. Tatapan yang melemah dan semangat yang mulai menyusut.
“Aku akan menelpon Teukie hyung untuk ke sini. Dia yang menggantikanku. Aku tidak enak badan sekarang !!” Sahut Kyuhyun singkat lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi dari sana.

“Ku sarankan kau harus minum wine sebanyak mungkin Kyu” Teriak Eunhyuk emosi saat menyadari jika Kyuhyun memang berniat pergi dan tak jadi ikut battle.

Kyuhyun berjalan di lorong kampus dengan langkah gontai. Tak ada senyuman ceria atau pun tingkah konyol yang sering ia lakukan saat ia bersama Sooyoung. Segalanya terasa benar-benar hambar tanpa kehadiran gadis itu di sisinya. Hembusan angin lembut menambah kelemasan semangat Kyuhyun saat ini.


“Yeoboseyo. Hyung sebaiknya kau sekarang ke kelas dance. Ada battle bersama kelompok putri” Kata Kyuhyun seusai menempelkan ponsel putih di salah satu telinganya.
“Tapi aku sedang__”


Tut.. Kyuhyun mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban orang yang diteleponnya tadi. Laki-laki itu kembali meletakkan ponselnya di saku baju dan kembali melangkah. Beberapa kali Kyuhyun tertabrak beberapa mahasiswa yang lalu-lalang di hadapannya. Gerutuan yang ditujukan pada Kyuhyun sama sekali tak dihirauka oleh laki-laki itu. Kondisi Kyuhyun memang sangat memprihatinkan saat ini. Fikirannya kacau dan benar-benar kalut.
v
v


“Seohyun~ah” Panggil seorang gadis jangkung yang sedang berdiri tepat di belakang Seohyun. Seohyun pun berbalik dan mendapati Sooyoung berdiri di belakangnya.

“Bisa kita bicara sebentar?” Tanya Sooyoung ramah dan disambut anggukan oleh Seohyun.
Keduanya pun berjalan beriringan menuju belakang gedung kampus. Di sana terdepat sebuah taman yang indah. Taman yang dipagari beberapa jenis bunga bermacam warna dan air mancur yang sengaja didesain menempati tengah taman tersebut menambah kesan mewah tersendiri bagi tempat tersebut. Sooyoung kemudian menuju sebuah kursi panjang yang ada di dekat air mancur dan berduduk di sana.


“Hubunganmu dengan Kyuhyun bagaimana?” Tanya Sooyoung sambil tersenyum ke arah Seohyun yang duduk di sebelahnya. Seohyun mendongak pelan dan memandang Sooyoung dengan tatapan terkejut.
“Kami hanya berteman” Jawab Seohyun pelan.
“Aku rasa kau memang cocok dengan Kyuhyun. Aku juga yakin jika ia akan lebih bahagia denganmu” Lirih Sooyoung lalu mengalihkan pandangannya ke depan. Memandangi setiap air yang berulang kali jatuh di depan mereka.
“Beberapa hari lagi aku akan berangkat ke Los Angeles” Sambung Sooyoung dengan pandangan yang tetap mengarah ke depan. Seohyun sedikit tersenyum kaku,ia semakin merasa bersalah terhadap gadis yang lebih tua beberapa bulan darinya itu.
“Untuk apa kau ke sana?” Tanya Seohyun pelan. Sooyoung mendesah pelan kemudian menunduk lemah.
“Jessica dan Tiffany akan kuliah di sana. Aku ingin ikut dengan mereka,setidaknya impianku bisa menjadi dancer terkenal berpeluang besar untuk terwujud” Jelas Sooyoung.
“Kenapa kau tidak mewujudkan impianmu itu di sini?” Tanya Seohyun lagi. Sebenarnya Seohyun tak yakin dengan alasan Sooyoung yang pergi hanya untuk menjadi dancer terkenal. Bukankah Korea termasuk negara seni yang juga sangat hebat? Setidaknya artis-artis korea masih mampu bersaing dengan artis negara lain seperti Jepang dan Thailand.

“LA adalah kota penting dan paling berpengaruh selain New York dan Paris. Aku yakin jika cita-citaku lebih terjamin jika aku kuliah di sana” Sahut Sooyoung. Seohyun hanya menunduk mendengar penjelasan Sooyoung. Baginya tak mungkin jika ia bisa melarang kehendak Sooyoung sedangkan ia merupakan pihak ketiga di antara Sooyoung dan Kyuhyun.

“Kyuhyun bukan merupakan lelaki yang romantis tapi percayalah jika ia lelaki yang baik-baik. Bahkan di usianya yang sudah 24 tahun dia tak pernah sekalipun minum wine. Aku ingin kau bisa menjaganya dengan baik” Sambung Sooyoung pelan.
“Bolehkah aku meminta sesuatu denganmu?” Potong Seohyun dengan nada meminta.
“Apa?” Sahut Sooyoung singkat.
“Aku mohon jangan pergi. Kyuhyun oppa akan semakin berantakan jika tak ada kau” Pinta Seohyun. Suara yang terdengar sangat lembut dan pelan persis seperti suara biola peri dari surga.
“Adikku sudah seringkali mengatakan itu. Aku tak ingin jika Kyuhyun terlalu lama bergantung padaku. Sudah saatnya ia membuka mata dan melihatmu. Aku yakin jika proses itu takkan lama.. percayalah” Lirih Sooyoung untuk ke sekian kalinya.

Keadaan menjadi hening seketika. Keduanya sama-sama dalam keadaan menunduk. Kibaran rambut panjang Sooyoung yang diterpa angin taman itu membuat dirinya semakin terlihat sangat cantik. Bukan hanya tubuh yang tinggi,kaki jenjang Sooyoung juga berperan dalam kecantikan tubuh indahnya.

“Gomawo Sooyoung~ah . Kau sudah sangat baik kepadaku” Ucap Seohyun tulus. Sooyoung mendongak kemudian memberikan senyuman terbaiknya.

*****

Seorang gadis tampak berlari memasuki kampus Kyunghee. Langkah kakinya semakin cepat saat ia sudah mendekati ruangan dance putri. Brak !! pintu dibuka keras olehnya. Semua yang ada di dalam tercengang atas tingkahnya dan kedatangan yang dianggap tiba-tiba.


“Choi Eunyoung” Pekik Hyoyeon dan langsung beranjak mendekati Eunyoung
“Dimana Kyuhyun oppa?” Tanya Eunyoung sambil menyeka air mata yang tampak banjir di pipi mulusnya.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Yoona yang juga ikut menghampiri Eunyoung.
“Sooyoung eonnie pergi ke LA hari ini. Dia sudah berangkat ke bandara beberapa menit yang lalu. Kyuhyun oppa harus tahu hal ini  !!” Eunyoung terus menerus menangis di depan Hyoyeon dan Yoona.
“LA?” Hyoyeon dan Yoona melongo bersamaan.
“Dimana Kyuhyun oppa?” Tanya Eunyoung lagi. Kali ini isakannya terdengar sangat keras.
“Kajja aku akan mengantarmu” Seru Hyoyeon lalu menarik tangan Eunyoung dan membawa gadis itu ke ruang dance kelompok putra.
v
v

Kyuhyun duduk meringkuk di sudut ruangan dance putra. Dentuman keras dari music yang diputar di ruangan itu tak diperdulikannya sama sekali. Biasanya Kyuhyun akan menggerutu keras jika mendengar musik yang terlalu keras untuk telinganya. Namun kali ini tak menghiraukan apapun yang dilakukan oleh hyung-hyungnya yang ada di ruangan tersebut.

“Kyuhyun~ah” Teriak Hyoyeon dari pintu masuk. Kyuhyun menoleh dan melihat Hyoyeon memanggilnya bersama Eunyoung. Yah,, Kyuhyun cukup mengenal baik siapa Eunyoung. Gadis imut yang terlahir sebagai adik dari Sooyoung.


“Oppa !!” Panggil Eunyoung kemudian berlari menghampiri Kyuhyun. Eunhyuk dan Donghae hanya memandang heran kepada gadis yang baru saja datang.
“Waeyo Eunyoung~ah ?” Tanya Kyuhyun bingung saat melihat Eunyoung yang menghampiri sambil berurai airmata.
“Sooyoung eonnie..” Lirih Eunyoung di sela-sela isakan tangisnya.
“Ada apa dengan Sooyoung?” Tanya Kyuhyun dengan nada suara yang lebih tinggi dari semula.
“Sooyoung eonnie akan pergi ke LA hari ini. Tolong cegah dia oppa” Isakan tangis Eunyoung semakin sering terdengar.


Tanpa babibu lagi Kyuhyun meraih kunci mobilnya dan berlari keluar. Fikirannya dipenuhi dengan semua hal tentang Sooyoung. Dan sekarang harus ia terima jika gadis itu akan pergi tanpa menemuinya terlebih dulu.
Kyuhyun berlari menuju parkiran dan segera mencari mobilnya. Beberapa detik kemudian mobil yang dimasuki Kyuhyun melesat pergi. Teriakan demi teriakan dari mahasiswa yang hampir ditabraknya sama sekali tak membuatnya menghentikan mobilnya. Kyuhyun memacu mobilnya menuju bandara. Perjalanan dua puluh menit terasa sangat lama dan membosankan bagi laki-laki tersebut. Untunglah ia segera sampai di bandara.

Kyuhyun melesat keluar dari mobil dan berlari memasuki bandara.
v
v

Sooyoung melihat arloji yang melingkar manis di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukan pukul 10.45 KST dan itu berarti 5 menit lagi pesawat yang ditumpanginya akan segera berangkat. Tiffany dan Jessica yang duduk di samping Sooyoung sibuk dengan majalah dan ponsel mereka masing-masing. Gadis itu menghela nafas panjang dan menyalakan ponselnya. Wallpaper yang ada di ponselnya semakin membuatnya sulit bernafas. Foto Kyuhyun merangkul pundaknya yang diambil saat hari pertama mereka berpacaran beberapa bulan yang lalu.

“Sooyoung~ ah kajja !!” Ajak Jessica seraya beranjak dari bangkunya. Sooyoung mengangguk pelan sebelum mematikan ponsel yang tadi dinyalakannya.

Sooyoung dan kedua temannya pun bersiap menuju pintu masuk. Tinggal beberapa menit lagi ia akan meninggalkan Korea. Hati Sooyoung kembali terasa ditikam dengan sebuah samurai. Begitu sakit dan perih !! Eunyoung,Kyuhyun,dan nasehat ibunya kembali teringat dan memenuhi fikirannya.
‘Makanlah yang cukup dan jangan terlalu lelah Sooyoung~ah’

Perlahan airmata Sooyoung meleleh. Dadanya terasa sangat sesak,stok oksigen yang memenuhi ruang lingkup pernafasan semakin terasa berkurang. Ini sudah takdir !! Sooyoung sendiri yang membuat ia harus meninggalkan kota yang sangat dicintainya. Kota yang selalu dibanggakan olehnya dan kota yang sangat banyak menyimpan kenangannya bersama Kyuhyun.

“Sooyoung~ah” Teriak seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri. Gadis itu pun menoleh dan terperangah begitu mengetahui siapa yang memanggilnya. Sooyoung menyeka airmatanya dan tersenyum getir ke arah Kyuhyun. Laki-laki itu pun menghampiri Sooyoung menggenggam tangan Sooyoung erat.


“Ku mohon jangan pergi !!” Pinta Kyuhyun pelan. Lagi-lagi senyuman getir menghiasi bibir tipis Sooyoung.
“Mianhae Kyu~ aku sudah memutuskan ini. Aku harus pergi” Lirih Sooyoung. Ia melepaskan tangannya dari genggaman erat Kyuhyun.
“Sooyoung~ ah… Saranghanda !!” Airmata Kyuhyun perlahan jatuh tanpa disadarinya. Salah satu jari Sooyoung menghapusnya lembut.
“Sudah saatnya kau membuka hati untuk Seohyun. Jangan biarkan dia sakit hati karna tingkahmu. Aku yakin jika Seohyun lebih baik dariku” Jelas Sooyoung. Gadis itu tersenyum lagi,masih seperti tadi senyuman pahit dan getir.
Sooyoung berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya. Namun setelah beberapa langkah berjalan Sooyoung menghentikan langkahnya. Ia menunduk untuk menahan airmatanya yang juga minta dikeluarkan. Sooyoung mengusap dadanya pelan,berharap jika jantungnya bisa tenang dan tak merasa sakit lagi. Gadis itu berbalik dan menatap Kyuhyun yang masih memandang nanar ke arahnya.

“Aku tahu kau laki-laki yang kuat” Ucap Sooyoung lembut. Dua bulir airmata keluar lagi dari kedua bola matanya.
“Sooyoung~ah kajja !!” Panggil Jessica sambil menahan air matanya. Tiffany yang melihat kejadian itu juga sudah mulai terisak pelan. Sooyoung menghapus pelan air matanya dan berjalan ke arah teman-temannya. Mereka bertiga berjalan bersama meninggalkan Kyuhyun yang diam terpaku.

Kyuhyun terus memandang kepergian Sooyoung. Hati kecilnya masih terus berharap agar Sooyoung berbalik dan berlari ke pelukannya. Namun tak berapa lama harapan itu sirna seiring bayangan tubuh Sooyoung yang juga ikut menghilang dari pandangan matanya. Kyuhyun melangkah gontai keluar bandara dan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Laki-laki itu menjalankan mobilnya dan meninggalkan bandara. Ia terus berusaha menahan airmatanya yang ingin keluar. Hatinya remuk dan hancur sekarang.


TBC